BARISTTER BABU 24 FEBRUARI 2020 EPISODE 10


 INTERPETASI SINOPSIS BY MADE TITIS MAERANI

 

DESKRIPSI FILM :

 

Anirudh pulang kembali kerumahnya dan membawa Bondita sebagai istrinya, Anirudh menghadapi kemarahan dan kekecewaan keluarganya karena menganggap bahwa Anirudh telah salah langkah, bahakan Anirudh dikutegur dan dikutuk atas tindakannya menikahi Bondita, Bondita kemudian muncul dan masuk kedalam rumah mereka.

 

 

SINOPSIS EPISODE 10

 

Supir memanggil dan menyadarkan Anirudh dari lamunannya di sepanjang perjalanannya menuju kerumahnya, Anirudh turun dari mobil dan masuk kedalam rumahnya sementara itu Bondita masih tertidur pulas di bangku belakang mobilnya. Anirudh melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah, dan semua anggota keluarganya telah menunggunya dengan wajah marah. Binoy dan Trilochan menatap Anirudh dengan sangat tajam, Anirudh masih terdiam di hadapan mereka.

Diluar, Bondita bangun dari tidurnya yang sangat nyenyak, ia melihat sekeliling rumah dan bertanya-tanya “kemana suami ku pergi meninggalkan ku disini?”.., bahkan aku tidak melakukan apa-apa”. Bondita berusaha untuk membuka pintu belakang mobil namun tidak bisa, Bondita bertanya-tanya “bagaimana cara keluar dari mobil ini?”.., bahkan aku tidak tahu bagaimana cara membuka pintunya”. Bondita melompat turun dari mobil Anirudh.

Binoy sangat marah dan akan menampar Anirudh namun Trilochan menahan tangan Binoy, Trilochan mengisyaratkan agar Binoy tidak melakukannya, Binoy pergi dari hadapan Anirudh dengan sangat marah.

Diluar rumah Anirudh, Bondita sagat kagum dengan rumah besar yang ada dihadapannya, ia memasuki teras rumah Anirudh dan kagum saat melihat saklar lamu, Bondita menyalakan lampu teras dan mematikannya kembali, Bondita menyalakan saklar lampu lainnya dan ia tersenyum senang menatap lampu itu dan bertanya-tanya “mengapa ini begitu terang dimalam hari?”.., disekitar sini sangat terang rasanya seperti ratusan lampu menyala sekaligus”. Bondita mengingat ucapan pamannya ketika mengatakan bahwa calon suaminya memiliki toko manisan yang besar, dia memiliki pohon yang besar, dan akan memberikannya beberapa kunci ditangannya”. Kilas balik selesai.

Bondita seaakn mulai mengerti berkata “ jadi inilah suami ku memiliki rumah yang besar”. Bondita bertepuk tangan berkata “aku akan bersenang-senang bermain disini”..,”aku akan memakan manga mentah”. Bondita sangat senang.

Paman Trilochan yang sangat marah dengan Anirudh bertanya “apa yang kau katakan sebelum kau pergi?”.., kau tidak akan membiarkan bahaya datang pada kehormatan dan juga reputasi kami”..,”tapi lihatlah apa yang sudah kau lakukan?”.., kau telah menyeret nama kami melalui lumpur”.., kau telah menyeret reputasi kami.., kau yang telah menyebabkan aib besar untuk kami, jika kau ingin melakukan amal maka lakukanlah dengan cara yang kau mau.., lalu bersedekahlah jika kau mau”.., tapi kau telah membuat kesepakatan dengan kehormatan nama Roy Cahudhary”.., apakah kau sduah lupa?”.., atau apakah kau  membuat keputusan mu untuk menghancurkan nama baik keluarga ini?”.., bagaimana kau bisa menikah dengan seorang gadis kecil tanpa ..”kau tidak tahu apa-apa?”.., bagaimana kau bisa menikahinya, Anirudh?”. Anirudh hanya terdiam.

Bondita berloncat-loncar mengikuti pola ubin dirumah Anirudh, dia sangat senang dan bertepuk tangan. Trilochan mengatakan pada Anirudh “apakah kau pikir kami akan mengijinkan gadis yang tidak jelas itu untuk memasuki rumah ini jika kau sudah menikahinya?”..”Itu tidak akan pernah!”. Paman Trilochan bertanya pada Anirudh yang hanya terdiam tentang Bondita “apakah dia memiliki kekayaan tanah atau properti apapun?”.., apakah kau punya pendapat tentang dia tentang kasta dan klan?”.., “apakah dia memiliki setatus untuk bisa berdiri disamping kita?”..”apakah kau berfikir tentang apa yang akan orang lain katakan?”. Trilochan mengatakan pada Anirudh “aku tidak akan membiarkan gadis kecil tidak jelas  itu masuk melawati batas pintu rumah ku”.

Tanpa mereka sadari, Bondita berjalan dan berdiri di depan pintu rumah mereka. Trilochan mengatakan pada Bondita “apakah kau ingibn berbicara atau tetap akan menjadi ibu untuknya?”.., “mengapa kau tidak berbicara?”. Bondita menimpali tentang Anirudh “itu karena dia bodoh”. Ucapan Bondita membuat Trilochan, Som, batuk dan Anirudh tersentak kaget melihat Bondita telah masuk setengaj dari pintu rumah mereka, Bondita hanya merekahkan senyum di wajahnya dan paman Trilochan menatap Tajam Bondita. Bondita mengatakan tentang Anirudh “Dia tidak bisa berbicara.., karena itulah dia juga tidak menjawab ku”.., aku bertanya padanya apakah dia suami ku selama Shubo Drishti”. Semua hanya terdiam, Bondita mengatakan pada dirinya sendiri “aku lupa jika aku sudah menikah”. Bondita melangkah keluar dan berdiri didepan pintu. Bondita berkata “Ibu ku mengatakan bahwa aku tidak boleh memasuki rumah mertua ku tanpa melakukan Graha Pravesh”.., “tapi aku sangat bodoh, aku telah memasuki rumah ini”.

Dirumah Surabh, semua orang berkumpul untuk mereka dan beberapa orang sedang memasuki barang-barang milik Sampoorna. Sampoorna sedih dan mengingat dengan Bondita ketika mereka akan menikah pada waktu yang sama, dan saat itu kakek tua renta meninggal karena serangan jantung diatas altar pernikahannya dengan Bondita dan adik ipar dari kakek tau meminta agar ritual pemakaman kakek tua dilakukan di rumah mereka dan Bondita harus lela melakukan Sati.

Ibu Surabh mengatakan “kau datang begitu cepat?”. Ibu Surabh bertanya pada suaminya Mishra “Bukannya tandu itu datang di pagi hari?”.., apakah semuanya baik-baik saja?”. Mishra meminta agar istrinya masuk kedalam bahwa mereka harus menyiapakan upacara Bodhu Boron. Ibu Surabh menghampiri kedua pengantin dan meminta agar Sampoorna dan Surabh tetap menunggu diluar karena akan membawakan piring  Bodhu Boron, ibu Surabh mengucapkan rasa syukur pada dewi durga. Ibu Saurabh berkata pada Viraj untuk menyiapkan piring Bodhu Boron / piring pemujaan. Ibu Saurabh masuk kedalam rumah.

Bondita yang masih berdiri di depan pintu mengatakan “aku telah melakukan kesalahan”.., kau bisa menarik rambut ku (kepang ku) sebagai hukuman”. Anirudh dan trilochan hanya terdiam, Bondita mengatakan “oh aku lupa rambut pengantin wanita tidak dikepang”.., apakah akan cukup jika aku memegang telinga ku?”.., pakaian pernikahan ku ini sangatlah berat dan itu tidak memungkinkan untuk ku melakukan sit-up dengan memakai pakian ini”. Trilochan dan Anirudh terdiam. Bondita berkata “saat aku keluar dari rumah kau bisa menyelesaikan ritual  Griha Pravesh, lagu pula aku penganten baru”. Trilochan menatap tajam Anirudh yang hanya diam. Bondita mengatakan “ aku tahu dia tidak bisa berbicara tapi apakah semua orang tuli?”. Somnath marah pada Bondita “hey kau!”.., disini tidak ada orang yang tuli dan tidak bisa berbicara”. Bondita berkata “baiklah, dewi durga akan membantu ku”.., ini justru akan sulit untuk ku berbicara”.., siapa yang akan mendengarkan aku?”.., lagi pula aku tidak mau banyak berbicara”. Semua orang terkejut, Bondita mengatakan “apakah kau akan melakukan ritual  Griha Pravesh jika aku hanya terdiam?”. Semua hanya terdiam, Bondita mengatakan pada mereka “sekarang aku akan tetap diam”. Bondita memegang ternggorokannya untuk bersumpah.

Bondita mengatakan “Tapi cepatlah, karena aku telah meninggalkan barang-barang ku disana, aku tidak bisa membawanya kesini”.., apakah kau tahu apa isinya”.., “itu boneka ku”. Trilochan menatap Anirudh dengan sangat marah. Bondita mengatakan bahwa bonekanya juga berpakian pengantin seperti dirinya. Bondita berkata “cara mu membawa ku kesini lalu bagaimana jika orang lain yang membawanya pergi?”. Paman Trilochan sangat kesal, batuk tertawa ketika mendengar ucapan Bondita. Somnath memelototi batuk.

Anirudh meminta pada Bihari untuk membawa bondita keruang belajar, Bondita tersenyum senang “O dewi durga, dia bisa berbicara”. Bihari datang kehdapan Bondita, Bondita bertanya pada Bihari “apakah kau tidak mau melakukan ritual Griha Pravesh?”.., ibu ku bilang dia akan segera datang setelah semua ritual itu telah di lakukan, ibu ku tidak akan datang jika ritual itu didak dilakukan”. Bihari meminta agar Bondita mengikutinya sekarang juga dan mereka akan segera menelpon ibunya nanti. Bondita memegang tenggorkannya berkata pada Bihari “apakah kau akan bersumpah?”. Bihari menjawab “aku bersumpah”. Bondita mengatakan pada Bihari “bahkan tanpa melakukan ritual Griha Pravesh?”. Trilochan menatap Anirudh dan Bihari meminta agar Bondita segera masuk. Bondita masuk kerumah mereka bersama dengan Bihari. Trilochan menatap Anirudh dengan sangat marah.

Sampoorna terlihat sangat cemas dan memanggil Saurabh. Saurabh mengatakan pada Sampoorna “Ya beri tahu pada ku”. Sampoorna mengatakan pada Saurabh “ada yang menganggu ku”. Saurabh bertanya “apa ?”.saurabh bertanya pada Sampoorna “kenapa kau takut?”. Sampoorna mengatakan “aku menghawatirkan Bondita”.., “aku harap dia tidak menjadi korban dari Sati”.

Bibi Saurabh datang membawa piring puja  dan menegur Sampoorna  kau masih memiliki waktu seumur hidup untuk berbicara”.., bisakah kita menyelesaikan ritualnya terlebih dahulu?”. Bibi Saurabh melakukan puja aarti dan berkata “Ikutlah, mari kita melakukan ritual yang lainnya”. Saurabh dan Sampoorna berdiri di depan teras dan bibinya memintanya untuk menunggu, Bibi mengatakan pada Sampoorna “mempelai wanita, berjalanlah diatas kain putih dan masuklah kerumah ini”. Sampoorna bertanya-tanya tentang bibi itu “siapakah orang ini?.., dimanakah ibu Saurabh?”.

 Sampoorna melangkahkan kakinya pada cairan merah, ia mengingat ketika nenek tua meminta agar Bondita  harus melakukan sati untuk mendiang kakek tua renta (suaminya) dan paman Bondita setuju untuk melakukan hal itu. Sampoorna tersentak kaget ketika ia gagal menaruh kakinya di wadah cat merah. Semua orang terkejut, Sampoorna menyadari bahwa dirinya telah membuat kesalahan, airnya terlalu dingin dan ia tidak akan mengulangi kesalahan itu. Bibi saurabh mengatakan pada Sampoorna “Untuk kembali melakukan ritual ini lagi, haruskah kami menikahkan Saurabh lagi dengan mu?”. Ibu Surabh mendengarnya di dalam, Bibi Surabh mengatakan bahwa  tampaknya sampoorna sangat sensitif.., tidak bisakah kau menghiraukan air yang dingin sekali saja?”.., apakah kau hanya bisa dengan air panas yang sudah dimasak?”. Sampoorna ketakutan. Ibu Saurabh memintanya untuk jangan takut. Ibu saurabh bertanya “jadi bagaimana jika ritual ini tidak dilakukan?”.., masih banyak ritual lainnya yang harus di lakukan, dan buktikan pada mereka bahwa kau mampu untuk melakukannya, masuklah”. Sampoorna melangkah memasuki rumah Saurabh.

Bondita tersenyum kagum saat memasuki ruang berlajar Anirudh, ia menyentuh patung kuda, Bihari memintanya untuk berhati-hati bahwa benda itu sangatlah mahal. Bondita menyentuh barang milik Anirudh dan Bihari memintanya agar tidak menyentuh piala Anirudh. Bondita senang dan bertepuk tangan saat ia melihat lampu meja, dan kemudian memainkan teropong Anirudh, Bihari mengatakan untuk mencegah Bondita melakukannya bahwa Bondita akan memecahkannya.

Bondita duduk dengan senang di kursi empuk Anirudh, dan Bihari kahwatir jika akan terjadi kerusakan. Bondita melihat Bihari dengan kaca pembesar dan ia tersentak kaget ketika Bihari terlihat lebih besar pada kaca itu, Bondita berkata pada Bihari “Kau terlihat sangat dekat”. Bondita menjauhkan kaca pembesar itu dan menjauhkannya dari pandangannya “sekarang kau menjauh”. Bihari mengatakan Bondita bahwa ia mencemaskan jika dirinya akan kehilangan pekerjaannya dan meminta agar Bondita menyimpan kaca pembesar itu ditempat yang aman, Bondita memainkan jam pasir dan Bihari ketakutan dan keringat dingin ketika benda itu akan terjatuh.

Anirudh mengingat tentang ucapannya pada Sudhamini tentang apa yang ingin aku katakan pada mu dan apa yang ingin mini dengar dari Anirudh. Kilas balik berakhir. Paman trilochan mengatakan pada Anirudh “apakah kau akan diam saja, atau apakah kau akan mengatakan sesuatu?”.., apa yang harus kita lakukan padanya?”.., kau tidak bisa menikahi gadis dengan sembarangan dan menjadikannya  bagian dri keluarga kita”. Anirudh tertap diam, paman Trilochan bertambah marah dengannya berkata “apakah kau mendengar apa yang aku katakan?”. Anirudh berbalik dan berjalan pergi meninggalkan paman Trilochan besama dengan Batuk dan Somnath, Paman Trilochan bertanya pada Anirudh “ Anirudh, mau kemana kau pergi?”.., aku sedang berbicara pada mu!”.

Anirudh pergi menaiki anak tangga, Som mengatakan pada Anirudh “Anirudh, Sudamini!”. Paman Trilochan memarahi Som “kau selalu saja memanggil Sudamini sebagai kakak ipar mu”.., lalu kenapa kau meanggilnya hanya dengan namanya hari ini?”. Som mengatakan pada Trilochan bahwa Anirudh hari ini harus menyatakan cintanya pada Sudamini  dan Som hanya ingin Anirudh datang menemui Sudamini mungkin semuanya saat itu akan tetap baik-baik saja. Trilochan mengatakan “Baiklah”.., mungkin setelah Anirudh bertemu dengan Sudamini mungkin saja Anirudh akan menyadari tentang jenis menantu yang diinginkan oleh keluarga Roy Cahudhary.., dan mungkin pada saat itu juga Anirudh akan mau mengusir gadis kecil itu dari rumah”.., setelah Anirudh bertemu dengan Sudamini maka dia akan tahu dengan siapa dia harus menghabiskan masa depannya.., apakah dengan indah bersama dengan Sudamini yang santun atau dengan gadis kecil yang miskin itu”.., “aku sangat yakin Jika Anirudh akan memperbaiki segalanya dan mau menerima Sudamini”. Trilochan berdoa agar itu terjadi, sementara itu Anirudh masih menaiki anak tangga, ia kembali mengingat ucapannya akan melamar Sudamini pada mala mini dan Sudamini meminta kepadanya untuk jangan terlalu lama untuk mengatakannya maka Sudamini akan sangat patah hati. Dan kemudian mengingat pernikahannya dengan Bondita.

Bondita menunggu Anirudh dan melihat sekeliling ruangan belajar Anirudh, Bondita memandangi fotonya didinding dan menirukan gayanya. Layar terpecah menjadi dua antara Bondita dan Anirudh yang hanya bisa diam membisu.

Comments