BARRISTER BABAU 28 FEBRUARY 2020 EPISODE 14
INTERPRETASI SINOPSIS BY MADE TITIS MAERANI S.Pd
DESKRIPSI FILM :
Setelah mengetahui kebenaran bahwa Bondita telah menjadi mangsa rencana jahat Binoy, Anirudh bergegas untuk menyelamatkan Bondita dari cengkeraman para janda Vrindavan. Anirudh tiba tepat pada waktunya dan menghentikan para janda untuk dengan paksa membawa Bondita pergi ke Vrindavan.
SINOPSIS EPISODE 14
Keempat Janda Vrindavan kesal dan mengepung Bondita, Bondita berjongkok ketakutan dan melihat patung dewi pemberian Sumitra. Binoy bertanya pada Anirudh "apakah ada cara lain untuk memperbaiki kesalahan mu?"..,"Jika ada maka katakan pada ku"..,"kau sangat beruntung, karena tidak akan yang belajar karena kesalahan mu untuk menikahi seorang gadis kecil dibawa kerumah ini sebagai istri mu, aku telah menghapus stigma semalam sebelum menyebar, kau bisa menganggap itu sebagaim mimpi buruk mu dan melaupakannya, datanglah kekeluarga gadis itu, aku akan menawarkan begitu banyak uang untuk anggota keluarganya dan mereka akan sangat terpesoana dan akan trepaksa menerima tawaran ku". Anirudh mengatakan pada Binoy "kalai begitu aku harus berterima kasih, seharusnya aku menganggapnya itu sebagai bantuan karena kaub telah membebaskan ku dari masalah besar".., tidak ayah, apapun yang kau lakukan bukanlah untuk ku.., kau hanya melakukannya untuk diri mu sendiri dan kau telah membuat kesalahan besar".., karena itu aku akan membawa kembali orang yang kau sebut sebagai stigma (citra negatif) karena kesalahan ku bukanlah milik mu.., aku akan membawanya kembali kerumahnya, ayah". Binoy mencegah Anirudh untuk pergi berkata "sebelum kau melangkah keluar dari rumah ini, pikirkan impian dan masa depan mu.., pastikan untuk memutuskan apa yang kau inginkan, gadis yang bukan siapa-siapa untuk mu atau cintamu hanya untuk Sudamini". Anirudh hanya terdiam
Bondita memiliki kebaranian setelah ia ketakutan, Para Janda terdorong oleh Bondita dan tiga dari mereka terjatuh. Bondita mencoba untuk melarikan diri namun terjatuh lalu keempat janda itu datang menghampirinya dan mengulurkan tangan mereka, Bondita ketakutan. Anirudh mengingat atas ucapannya bahwa ia akan menjadi suami Bondita di depanj warga desa, ia mengingat pernikahannya dilakukan dengan Bondita. Janda 1 mengatakan pada Bondita "jika seorang janda melewati batasan maka ia akan tersandung dan terjatuh, ingatlah itu.., tidak peduli berapa lama kau berlari dari kemalangan mu maka itu akan tetap mengejar mu, jadi dengarkanlah kami dan ikutlah dengan ku". Bondita memohon agar mereka "Jangan bawa aku, jika aku pergi dari sini maka ibu ku tidak akan pernah melihat ku, aku tidak bisa hidup tanpa ibu ku".., "tolong bawa aku pada ibu ku, aku ingib bertemu dengan ibu, setelah aku bertemu dengan ibu maka aku akan melakukan apa yang kau katakan, aku bersumpah". Janda 1 mengatakan pada Bondita "aku tidak memliliki seroang ibu dan kau juga putri dari siapapun"..,"kau bukan saudara perempuan atau menjadi seorang istri, kau juga tidak memiliki hubungan dengan siapapun".., kau hanyalah seroang janda.., kau seroang janda anak!".., "Ijinkan aku untuk mejadikan mu seorang janda dan memenuhi tugas suci ku, ayolah". Anirudh hanya terdiam menatap Bimoy dan berjalan pergi.
Keempat Janda Vrindavan menarik Bondita dan membawanya dengan paksa ke atas perahu, Anirudh berlari untuk menyelamatkan Bondita, para janda akan membawa Bondita pergi, perahu mulai berangkat sementara itu Bondita memohon agar mereka melepaskannya. Anirudh terus berlari ke tepian sungai, Bondita memohon agar janda Vrindavan mengijinkannya untuk bertemu dengan ibunya, namun janda menolak agar Bondita tetapduduk bersama dengan mereka. Bondita berkata pada Janda 1 "kau tidak akan membiarkan seorang anak menemui ibunya, berbohong adalah dosa".., "Ibu ku akan selalu bersama dengan ku!".., tidak adakah yang memberitahu mu tentang hal itu?".., ibu ku ada didesaku, aku saudara perempuan Sampoorna lalu bagaimana aku bisa menjadi seoang janda?".., tidak bisakah kalian melihat gaun pengantin ku dan aku memiliki seroang suami, aku sudah menikah". Anirudh masih berlari dan di perahu Bondita berusaha untuk melepaskan dirinya dari cengkraman para janda, Bondita berkata pada para janda Vrindavan "aku tidak tahu kemana seuami ku pergi, tapi suami ku akan datang untuk mencari ku". Janda memarahinya "Tidak akan ada yang datang untuk mecari/ membawa mu, kau akan tinggal menjadi seraong janda dan tinggal bersama dengan kami untuk selamanya, kau telah ditakdirkan untuk membotaki kepala mu dan memakai sari putih seperti yang kami kenakan, begitu sampai disebrang sungai maka kau akan kehilangan semua harapan mu dan kebahagiaan hidup mu". Perahu semakin menjauh, Bondita meminta agar janda melepaskannya, Bondita mengatakan pada keempat janda "aku ingin bertemu dengan suami ku". Anirudh akhirnya sampai ditepian sungai berteriak untuk menghentikan perahu "tunggu". Keempat Janda terkejut saat melihat kehadiran Anirudh di kejauhan, Bondita berteriak memanggil suaminya (Anirudh). Bondita berkata pada keempat Janda "aku sudah katakan suami ku pasti akan datang". Janda 1 memerintahkan Malla untuk bergeraj dengan cepat, Anirudh terkejut dan kemudaian melompat kesungai, ia berenang menyusul perahu dimana para Janda menahan Bondita bersama dengan mereka, Janda 1 terus meminta agar memerintahkan perhau bergerak dengan cepat, Akhirnya Anirudh sampai di perhau dan menaiki perahu untuk menyelamatkan Bondita.
Bondita berlari kebelakang Anirudh, Anirudh sangat marah menatap keempat janda Vrindavan dan bertanya pada mereka "apakah kalian memiliki hak untuk merebut warna yang masih belum pernah kau berikan padanya?"..,"siapa yang menyuruh mu untuk membawanya bersama dengan mu?". Janda 1 mengatakan pada Anirudh "seseorang tidak memperlukan izin dari sapap pun untuk melakukan perbuatan baik, tuan Roy Chaudhary mengatakan bahwa dia seorang janda oleh karena itu kami membawanya, apakah dia akan berbohong pada kami?". Anirudh mengatakan pada keempat janda Vrindavan "Jika memang kata-kata dari Roy Caudhhary adalah kebenaran yang paling tinggi, maka sekarang Roy Chaudhary yang lainnya akan memberithau mu bahwa dia bukanlah Janda!".., dia adalah..". Anirudh menghentikan perkataannya, Bondita menimpali "dia suami ku dan aku istrinya Bondita".., bukankah aku sudah memberitahu pada kalian bahwa suami ku akan datang ?".., aku masih sangat mengingat bahwa dia telah berjanji pada ku selama berkeliling". Keempat janda Vrindavan hanya terdiam, Bondita meminta agar mereka mengembalikan semua barangnya. Janda 1 memberikan barang milik Bondita, Bondita mengatakan bahwa barangnya berisikan patung dewi durga yang deiberikan oleh ibunya, Bondita meminta barang miliknya diberikan padanya. Bondita tersenyum dan menatap Anirudh. Anirudh membawa Bondita bersama dengannya.
Munshi kesal memukuli Saurabh "mengapa kau memberitahu tuan Anirudh, kau memberitahu bahwa istrinya telah diambil para janda dari Vrindavan". Sampoorna melihat dari kejauhan, ibu Saurabh datang menghentikan Munshi "tenanglah.., apa yang sedang kau lakukan?". Munshi mengatakan pada istrinya "apa yang akan ku katakan pada tuan Binoy ?".., "apa yang akan ku katakan padanya?"..,"bahwa anak ku sendiri telah menghiananti ku?".., enataj karena siapa tugas yang telah ada tidak bisa diselesaikan?".., "aku harap kau tahu bahwa kau hanyalah pelayannya, tugas mu hanyalah menerima pesanan". Sampoorna menangis sedig. Ibu Saurabh mengatakan pada Munshi" birakan saja.., dia sudah membuat kesalahan, dia hanyalah seorang anak". Munshi dengan kecewa memperotes istrinya "kau menyebutnya anak?".., dia sudah menikah". Istri Munshi tertunduk. Munshi bertanya pada Saurabh "katakan pada ku kenapa kau melakukannya?"..,"bagaimana kau bisa mengumpulkan begitu banyak keberanian?". Munshi kembali memukuli Saurabh di depan Sampoorna dan dan istrinya. Istri Munshi mencoba untuk menenangkannya "dengarkanlah aku". Munshi tetap memukuli Saurabh dengan amarahnya, Saurabh sedih emnatap Sampoorna. Itri Munshi menghentikan Munshi memukuli Saurabh "apa yang sedang kau lakukan?".., istrinya sedang menonton". Munshi melirik ke Sampoorna dan berkata pada istrinya "bahkan kau tahu akan akibat / konsekuensinya dari apa yang telah kau lakukan?".., jika mereka akan mengasingkan kita dari kota, apa yang akan terjadi pada kita?".., "aku harus mengemis dijalanan bersama dengan istri mu". Munshi kesal dan pergi, Ibu Saurabh menghnetikannya saat akan menyusul ayahnya. Ibu Saurabh mengatakan "aku akan berbicara dengan ayah mu".., kau pergi dan tidurlah".
Ibu Saurabh pergi mendatangi Munshi. Saurabh hanya terdiam dan tidak sengaja bertabrakan dengan Sampoorna dan kain Sampoorna terjatuh tepat dikaki Saurabh. Sampoorna berjongkok untuk menyentuh kakinya dan mengambil kainnya kembali. Sampoorna berkata pada Saurabh "kau telah melakukan kebaikan besar untuk ku dengan menyelamatkan nyawa adik ku".., "jika bukan karena diri mu, aku pasti tidak akan bisa melihat adik ku lagi". Ketika Saurabh akan menyeka air mata Sampoorna mereka terkejut dan menjadi salah tingkah, Sampoorna berlari pergi dan tersenyum.
Bonoy berkata pada Trilochan "kau benar sekali Trilochan".., tampaknya Anirudh telah kehilangan akal sehatnya".., ini salah ku karena tidak bisa melihat masalah ini datang.., orang tua seharusnya tidak perlu memberi terlalu banyak kebebasan untuk anak-anak mereka sehingga mereka kehilangan kendali atas diri mereka". Trilochan mengatakan "apa gunanya menyesali setelah kerusakan terjadi?" dan selain itu Binoy.., bagaimana ini bisa menjadi salah mu?".., kau pergi ke Anirudh untuk membahwas tunanganyya bersama dengan Sudamini.., inilah roda waktu, jika seandainya Anirudh tidak menghadri pernikahan putranya Munshi, maka tidak seharusnya kita menghadapi masalah ini". Bony berkata pada Trilochan "bagaimana dengan Sudamnini?".., dan tuan Bhowmick, apa yang akan kita katakan padanya ketika dia kembali?".., karena kebodohan Anirudh, putrinya dalam keadaan yang sangat menyedihkan"..,"apa yang akan dilakukannya?".
Trilochan mengatakan tentang ayah Sudamini "Dia seorang pengusaha, ketika dia tidak bisa menerima kerugian dalam binis, apakah juga dia tidak akan menerimanya dalam hubungan?". Binoy dan Trilochan terkejut saat melihat Anirudh kembali. Anirudh mengatakan "aku menolak keinginan mu, dan membawa kembali gadisi itu kembali pulang".., aku terburu-buru untuk pergi, jadi aku tidak bisa memberitahu mu"..,"dia tidak salah masih kecil dan sekarang dia adalah tanggung jawab ku untuk seumur hidup ku". Trilochan dan Binoy terkejut.
Sudamini masih menangis dan berbaling terbalik di tempat tidurnya, ia mengurung dirinya dikamar dan masih memikirkan kenangannya bersama dengan Anirudh, neneknya datang dan membawa kepalanya di pangkuannya, Nenek mengatakan pada Sudamini "ibu mu meninggal saat kau berusia tiga tahun, kami telah mencoba begitu banyak untuk merawartnya.., aku tidak bisa membuat mu tersenyum jadi kami memutuskan untuk datang ke Tulsipur dan disini kau bertemu dengan Anirudh, kau punya teman-teman yang mengusir kesepian mu dan membuat mu tersenyum ". Sudamini mengatakan " dia telah merenggut senyum yang sama, bagaimana dengan ku, nenek?".., Anirudh seorang penyihir, lihatlah bagaimana dia membuat ku menangis setelah membuat ku tersenyum". Sudamini menangis sedih dipangkuan neneknya.
Trilochan mengatakan pada Anirudh "jadi kau harus menerima tanggung jawab kerna kau telah menikainya?".., itu sudah final, bahwa kau telah menerimanya sebagai istri mu". Anirudh mengatakan "Tidak!.., dia bukan istri ku, paman". Trilochan mengatakan pada Anirudh "jadi dia tidak berhak untuk tinggal dirumah Roy Chaudhary". Anirudh mengatakan "Dia akan tetap tinggal karena nama ku". Trilochan tertawa. Anirudh mengatakan "Cara batuk untuk tetap bersama dengan kita, dia akan tetap menjadi anak kecil". Bondita membawa semua barangnya kesebuah kamar, ia mendengar kata-kata Anirudh "Apa masalahnya, katakan pada ku?". Trilochan mengatakan pada Anirudh bahwa sebuah hubungan harus memiliki beberapa nama, batuk saudara mu dan kau menikah dengan gadis itu, Trilochan bertanya pada Anirudh "apakah ada kesamaan?".., bahkan jika kau mencoba untuk meyakinkan diri mu sendiri, tapi semua orang akan menganggapnya sebagai isti mu, kau tidak harus mengambilnya sebagai tanggung jawab, tapi juga kau harus memberinya nama dan juga status huga sebagai seorang istri". Anirudh mengatakan bahwa Bondita bukanlah istri ku, aku tidak akan pernah menerima dia sebagai isti ku dan aku harap kau juga tidak melakukan hal itu, aku tidak peduli dengan orang lain. Binoy tertawa, ia berkata pada Anirudh "mengingat kemarahan dan juga masalah di wajah mu.., setelah memanggil gadis itu sebagai istri mu.., aku cukup yakin, Anirudh kau akan sangat menyesali keputusanmu untuk seluruh hidup mu, karena kau telah menerima tanggung jawab ini dalam kegilaan, maka kau akan dihancurkan sama halnya dengan masa depan mu, impian dan juga cinta mu dan hubungan mu dengan itu maka gadis itu juga akan dihancurkan, aku yakin kau akan mengembalikan gadis itu ketempat yang sama dimana kau akan membebaskannya.., jangan pernah melupakan hal ini. Anirudh hanya terdiam
Bondita berkata bahwa suaminya telah meninggalkannya sendirian lagi. Anirudh mengatakan pada Binoy "Baiklah".., jika ini tantangan maka aku akan menerima tantangan ini ayah.., hubungan setia kami akan selamanya dan gadis itu akan menjadi tanggung jawab ku untuk selamanya.., selamanya, ayah". Layar terpecah menjadi dua antara Anirudh dan Bondita.
Comments
Post a Comment