BARRISTER BABU 02 MARET 2020 EPISODE 15

 INTERPTEASI SINOPSIS BY MADE TITIS MAERANI S.Pd


DESKRIPSIS FILM :

Bondita menemukan dirinya dalam perbaikan saat dia secara tidak sengaja mengotori saree-nya sebelum ritual pasca-pernikahan. Untuk menghindari rasa malu, dia menyelinap keluar jendela untuk mencuci saree-nya di sungai. 

SINOPSIS EPISODE 15 

Bondita  bertanya-tanya bahwa suaminya (Anirudh) telah meninggalkannya lagi sendirian dan Anirudh memintanya untuk tidur tapi tidak memebritaunya dimanakah dia harus tidur. Bondita kebingungan karena ada begitu banyak kamar disana dan merasa bahwa rumah Anirudh seperti labirin, apa lagi sudah larut malam. Bondita kebingungan bahwa besok jika dia tidak tidur maka dia harus melakukan begitu banyak pekerjaan yang tertunda. Bondita datang kesebuah kamar dan melihat kedalam kamar itu, ia merasa bahwa kamar itu adalah kamar milik suaminya (Anirudh). Bondita melihat foto Anirudh di tembok dan yakin bahwa kamar itu adalah kamar milik suaminya. Bondita membawa masuk barang-barangnya dan memutuskan untuk tinggal dikamar itu. Bondita menutup pintu dan telah mengelurkan semua barangnya dan kebingungan dimana harus menyimpan semua barang miliknya. Bondita yakin jika ibunya sudah datang maka dia akan melakukan semua pekerjaan, maka Bondita hanya akan bersantai dan bisa memakan Rasagullas. Bondita menaruh botol sindoor sisir dan pearalatan riasnya di atas meja.

Anirudh terdiam saat di bak mandi. ia masih memikirkan semua ucapannya pada Trilochanbahwa tidak peduli berapa orang yang akan menentangnya kau akan meyakinkan diri mu sendiri maka semua orang akan tetap menganggap Bondita sebagai istrinya, dan Anirudh harus menerimanya sebagai istrinya dan meberikan Bondita setatus sebagai istrinya. Anirudh juga mengingat ucapan Sudamini yang mengatakan "apakah kau ingin tahu perasaan ku?". Sudamini memutuskan untuk tidak lagi berhubungan dengan Anirudh dan kemudian Sudamini mengusirnya dan meminta Anirudh untuk kembali pada istrinya, Anirudh mengingat setiap ucapan sudamini saat berkata "jika kau inginkan aku ada dihidup mu mengapa kau menikah dengan orang lain?". Anirudh mengingat ucapan Binoy bahwa impiannya dan cintanya akan hilang. Anirudh mengingat perkataannya pada Janda Vrindavaan bahwa Bondita bukanlah janda dan Bondita menjelaskan bahwa Anirudh adalah suaminya dan Bondita sebagai istrinya.

Sudamini mengatakan pada neneknya "aku tidak mau mendengrnya atau pun juga Anirudh, namanya hanya untuk menghibur ku, tapi sekarang aku kesakitan".., "Ini sangat menyakitkan untuk ku". Nenek mengatakan bahawa cinta adalah obat untuk rasa sakit yang telah ditimbulkannya, sayang". Sudamini marah pada nenek "Cintanya hanya akan menjadi racun untuk ku bukan obat, apakah kau ingin aku mati?". Nenek mengatakan pada Sudamini "Anirudh telah datang kepada mu, tapi kau yang telah menyuruhnya kembali, dia ingin bertemu dengan mu, aku tahu betapa dia mencintai mu, dia pasti akan kembali, dia akan terus datang sampai dia membagi perasaannya pada mu". Sudamini mengusirn neneknya berkata "aku akan tetap akan mengusirnya setiap kali dia datang", Sudamini mengunci kamarnya berkata "mengapa aku yang harus menderita sendirian?".., dia yang telah berbagi cinta dengan ku, kan?"..,  apakah dia berbagi rasa sakit dengan ku?". Nenek Sudamini menangis "mengapa kau begitu keras kepala?".., "jika cedra tidak diobati maka akan berubah mejadi luka". Sudamini mengatakan  "dan kau pernah bilang pada ku bahwa sekali hati terluka tidak akan mudah disembuhkn". Nenek mengatakan Sudamini "Tapi itu harus sembuh, kan?".., "Jika cinta sudah tidak ada lagi setidaknya masih ada persahabatan diantara kalian".., hanya karena kau kehilangan cinta, apakah kau juga ingin kehilangan persahabatan?". Sudamini merengek berkata "aku tidak ingin persahabatan, nenek!".., "aku ingin cinta ku". Sudamini menangis kesakitan berkata "Aku ingin cinta ku, nenek!".., aku inginkan cinta".

Bondita menaruh semua bonekanya di meja Anirudh dan semua barang-barangnya. Bondita mengelurkan semua pakiannya, ia berkata "Ibu ku berkata bahwa segalanya akan tampak baru untuk ku".., tapi kau tidak tahu bahwa semuanya  akan benar-benar berubah". Bondita merapikan semua pakiannya dan menaruhnya diatas tempat tidur. Bondita mengatakan"aku  sudah terlalu banyak bekerja, aku lelah dan aku ingin tidur". Bondita melihat kesekelilingnya "tapi dimanakah aku akan tidur". Bondita melihat bangku panjang dan memutuskan untuk tinggal disana. Bondita terdiam dan bertanya "Lalu bagaimana aku akan tidur sendirian, aku terbiasa untuk tidur dengan Sampoorna"..,"bagaimana jika hantu datang setelah aku tertidur sendirian?". Bondita ketakutan ketika melihat  jendela dan berteriak memanggil ibunya. Bondita berusaha untuk sembunyi dalam posisi tidurnya.

Anirudh kesal berkata "gadis itu adalah tanggung jawab ku".., hanya menjadi tanggung jawab".., dia tidak akan menjadi istri ku hanya kerana telah mengambil sumpah pernikahan dan mengambil sumpah dengannya.., hidup ku akan terus berlanjut dengan cara yang aku suka, semua tidak akan mengubah hidup ku , tidak akan ada yang perubahan!". Anirudh keluar dari kamar mandi, ia menatap cermin dan melihat Bondita tidur, ia mengambil botol sindoor dan mengira itu parfumnya, Anirudh membuka botol itu dan menutupnya kembali. Anirudh melihat kesekeliling kamarnya dan meliahat semua barang-barang Bondita terlah tertata dengan rapi dan pakiannya tertumpuk diatas tempat tidurnya. Bondita tertidur namun terus memnaggil ibunya, ia kedinginan terus memanggil ibunya. Anirudh menyelimutinya. Anirudh memutuskan untuk tidur diluar, ia tidur disofa.

Keesokan paginya, Bondita terus berguam memanggil ibunya "Ibu ini sudah pagi".., datanglah dan berikan aku perlukan erat" .., ibu sampai kau memainkan rambut ku aku tidak akan bangun".., "kau tahu itukan?" .., ibu kenapa kau lama sekali?" ..,"ibu datanglah dan berikan aku pelukan erat".., Bondita terbangun mencarri ibunya "Ibu kau dimana?". aku begitu bodoh, ibu ku ada dirumah, disini tempat mertua ku, ibu ku akan datang setelah semua ritual dilakukan.., kalo begitu aku akan memeluknya, biarkan aku memebritahunya pada suami ku untuk segera melakukan semua ritual itu".  Bondita terkejut karena basah karena mengompol di sofa "Aku membuat tempat tidur menjadi basah saat hari pertama dirumah mertua ku".., "ibu tidak ada disini bahkan sampoorna juga tidak, siapa yang akan membantu ku, pasti aku akan dimarahi, aku akan banya di goda". Bondita cemas dan terus memanggil ibunya. 

Suara Batuk terdengar memanggil Anirudh untuk segera membukakan pintu, Bondita ketakutan dan bewrlari bersembunyi di samping lemari, Bondita menangis. Batuk mengatakan "dia tidak akan mengijinkan aku masuk dan orang yang malang itu ada disalam rumah".., Anirudh, aku sama sekali tidak menyukainya".., "kau akan melihat pasti dia akan melakukan hal yang salah, jadi aku telah menggodanya dengan memberikan mangga palsu, kau bisa mengusirnya dari rumah ini".., itu akan lebih baik". Batuk terus menunggu diluar dan meminta agar Anirudh membukakan pintu". Batuk pergi dari kamar Anirudh, namun Bondita menangis sedih.

Anirudh kembali datang menemio Sudamini dan bertemu dengan neneknya. Nenek bertanya pada Anirudh "siapa yang ingin kau temui?". Anirudh bertanya pada nenek "mengapa seolah kau tidak tahu?". Nenek Sudamini berkata pada Anirudh "apakah kau tidak tahu kau tidak bisa bertemu dengannya?". Anirudh mengatakan pada nenek "kau tahu pertemuan kami akan lebih menyakitkan, tetapi tetap saja aku ingin bertemu dengannya".., nenek tolong..,tolong berikan aku kesempatan untuk bertemu dengannya sekali, aku ingin memberitahu padanya mengapa itu terjadi dan alasan dibaliknya".., nenek aku akan siap menerima keputusan Mini kalau begitu".., nenek aku ingin bertemu Mini sekali".., aku tidak bisa berbagi rasa sakit  Mini, tapi aku pasti bisa menguranginya". Nenek Sudamini menolaknya "Tidak".., sudamini tidak ingin bertemu dengan siapapun dan itu juga termasuk diri mu".., ayahnya pergi ke Siliguri dan kau berani datang kesini dan menyushkannya". Anirudh menggelengkan kepalanya, Nenek Sudamini mengatakan "aku masih ada disini, jadi dia tidak akan terluka.., "kau bisa kembali, setelah ayahnya kembali dari Siliguri.., pergilah". Anirudh enggan untuk pergi namun Nenek Sudamini tetap memintanya untuk pergi. Anirudh sedih dan ia pergi.

Bondita keluar dari samping lemari dan menyadari kondisinya telah aman, ia bertanya-tanya tentang Batuk "mengapa dia tahu bahwa aku akan melakukan pekerjaan yang salah?"..,"bibi ku mengatakan bahwa suami ku akan mengusir ku dari rumah jika aku mengompol dirumah mertua ku, serkarang apa yang harus aku lakukan?".., bagaimana jika dia (suami ku)  tahu?". Bondita berfikir " Iya.., biarkan aku pergi kesungai untuk mandi dan mencuci pakian, tidak akan ada yang tahu dengan alasan mengapa pakian ku basah.., "tapi bagaimana aku akan pergi, anak laki-laki itu pasti masih berdiri diluar"..,"bagaimana dia masuk lalu memperhatikan ku?".., "nanti dia pasti akan memberitahu pada semua orang bahwa aku telah membuat tempat tidur iru basah".., "tapi bagaimana aku bisa keluar?". Bondita memeprhatikan jendela dan membukanya lalu mengambil baju gantinya namun melihat pada sofa yang telah basah karena ompolnya Bondita memutuskan untuk menyembunyikan basah disofa dengan menutupinya dengan selimut dan menumpuk bantal, Bondita berkata "aku akan membiarkannya dan melihat setelah aku selesai mandi" .., apa yang harus aku lakukan dengannya?". Bondita melemparkan sendal dan bajunya terlebih dahulu dan kemudian ia turun kebawah dengan mengikaktkan kain sari pada jendela dan pergi kesungai.

Bondita mengikuti beberapa orang wanita dan berfikir "  mereka akan mengujungi sungai, aku juga akan pergi kesana dan membersihkan sari ku". Bondita segera berlari kesungai. Sudamini bertanya tentang Anirudh dengan sangat marah "Nenek apakah Anirudh ada kesini?". Nenek Sudamini membohonginya "Tidak, tidak ada". Sudamini sangat kecewa berkata "tapi mengapa aku merasa dia ada disini?".., mengapa aku mencium aromanya diudara rungan ini?". Nenek Sudamini mengatakan "kau tidak menyadari cintanya, tapi kau hanya mengenali aromanya". Sudamini mengatakan "bagaimana aku tidak mengenali aromanya?". Nenek Sudamini mengatakan "apakah kau lupa dengan apa yang kau katakan?".., kau bertanya pada Anirudh untuk kembali pada istrinya, kan?".., apakah kau lupa?".., "lalu mengapa sekarang dia harus datang kesini?"..,"seperti pagi ini".., "ini juga awal baru dalam hidupnya".Sudamini bersedih, Nenek mengatakan pada Sudamini"Pangana baru memiliki bantak tardisi untuk diikuti".., "keduanya harus bersiap-siap". Sudamini  kecewa dan ia pergi meninggalkan neneknya.

Bondita telah mengganti pakiannya dan membasahi sari pernikahannya, ia berfikir bahwa ia telah berhasil menutupi / mencuci ompol disarinya dan bertanya-tanya tentang bagaimana cara untuk mencucinya. Bondita berguam "bagaimana aku hrus mencuci sari ini jika terus tergelincir?"..,"Ibu kau bilang pada ku bahwa Dewi Durga akan menjagaku untuk menggantikan mu"..,"aku tidak bisa mencuci sari ini". Sampooerna datang dan bertemu dengan Bondita di sungai. Bondita senang bertemu dengan Sampoorna, mereka berlari dan berpelukan melepas rindu. Ibu dan bibi Surabh heran saat melihat keakraban mereka. Ibu Saurabh mentatakan pada Bibi Saurabh "apakah itu istri baru Anirudh". Bibi Saurabh bertanya-tanya "mengapa menantu Roy Chaudhary mandi disungai, bukankah mereka memiliki kamar mandi di rumah megah mereka". ibu Saurabh mengatakan "tentu saja, bahkan pakian dirumah keluarga  Roy Chaudhary dikirim keluar negeri untuk dicuci". Bondita menangis saat bertemu dengan Sampoorna. Bibi Saurabh bertanya "Jadi mengapa menantu perempuan  Roy Chaudhary datang untuk mencuci pakian?". Ibu Saurabh mengatakan "ini adalah dunia yang didominasi oleh laki-laki, entah itu menantu dari keluarga  Roy Chaudhary atau dari keluarga orang lain seorang wanita harus melakukan pekerjaan rumah tangga".., tidak ada perempuan dirumah  Roy Chaudhary".., keluarganya hanya penuh dengan laki-laki". Bondita berkata pada Sampoorna "aku mengompol dalam tidur ku tadi malam karena aku sendirian, aku takut agar tidak dimarahi, aku datang kesuangai ini untuk mandi tanpa memberitahu mertua ku, tapi aku tidak bisa mencuci sari ini". Sampoorna berkata pada Bondita "karena aku ada disini maka aku akan mencuci sari mu". Bondita mengangguk dan memeluk Sampoorna. Ibu Surabh mengatakan pada bibi Saurabh "Kita tidak bisa menghina menantu bos, kan?".  Ibu Surabh berjalan pergi, Bibi terlihat kesal.

Sampoorna mengatakan pada Bondita "Ayolah, kita mencuci sari mu".., apa amsalahnya?". Bindita mengatakan "Ibu benar, dewi durga akan membantu ku.., sekarang pasti dia ada ditempat yang lain, jadi dia mengirim mu untuk membantu ku".., sekarang mertua ku tidak akan tahu jika aku mengompol". Sampoorna dan Bondita kesungai untuk mencuci baju. Anirudh bertanya pada Batuk "kenapa kau tidak menyikat gigi?". Batuk beralasan bahwa dirinya lupa untuk melakukannya, Anirudh bertanya pada Batuk "apakah kau pernah lupa dengan makanan mu?". Batuk menggeleng, Anirudh marah "lalu kenapa kau lupa untuk menyikat gigi.., jika kau tidak menyikatnya maka gigi mu akan rontok". Batuk mengatakan pada Anirudh "tuan tanah tidak pernah mengambil barang-barang yang terjatuh". Anirudh terkejut, Batuk mengatakan "itulah yang ayah katakan".., "Anirudh, banyak hal yang telah terjadi tadi malam, jadi aku lupa.., bukankah anak-anak membuat kesalahan?". Anirudh bertanya apada Batuk "apakah kau lupa kau akan dihukum jika membuat/ melakukan  kesalahan?".., bukankah kau tahu aku sangat ketat dengan kebersihan?".., baik itu kebersihan diri dan kebersihan rumah dan kau jangan lagi berdebat dengan ku, Batuk".., "segeralah pergi dan bersihkan gigi mu". Batuk menuruti perintah Anirudh "naiklah".

Trilochan mengatakan pada Bihari"sama seperti halnya dengan Anirudh yang tidak akan berkompromi dengan kebersihan demikian juga aku tidak akan mentolerir kompromi dengan adat istiadat dan tradisi". Bihari hanya terdiam. Trilochan mengatakan pada Bihari "Anirudh sama seperti ku". Bihari mengatakan " ini berarti kau tidak seperti ayah mu, kan?". Trilochan menuntut agar Bihari menjawab apa yang diminta. Trilochan mengatakan "pergi dan periksalah apakah Bondita sudah bangun". Bihari bertanya "siapakah yang sedang kau bicarakan ?". Trilochan mengatakan "menantu perempuan gubernur". Bihari mengatakan "tetapi mengapa menantu perempuan gubernur tidur di rumah kita?". Trilochan mengatakan "Tapi yang telah Anirudh nikahi dan masuk kerumah ini tetap akan tidur disini, kan?"..,"haruskah akau memintanya melakukan ritual pascapernikahan dengan mu?". Bihari bertanya "apakah kau mau melakukannya dengan pelayan?". Trilochan marah dan memberntak Bihari "haruskah aku menunjukkannya pada mu?". Bihari berlari untuk melihat Bondita dan Anirudh menghentikannya "Tunggu Bihari.., dia bukanlah istri ku, apakah mereka tetap akan melakukan ritual?". Trilochan bertanya pada Anirudh "siapakah dia?". Anirudh menjawab "seorang gadis yang menjadi tanggung jawab ku".

Trilochan mengatakan pada Anirudh "masyarakat tidak akan berfikir seperti apa yang kau lakukan bahwa dia adalah anak mu".."tapi saiapakah dia untuk orang lain?".., dia istri mu!". Trilochan mengatakan "tidak aku hanya mengambil tanggung jawabnya!".., "apakah kau akan menjawab itu pada semua orang?". Anirudh hanya terdiam, Trilochan mengatakan "tadi malam ayah mu memebrikan sempatan terakhir, tapi kau tidak pernah mendengarkan siapapun dan kau telah kehilangan kesempatan itu".., "oleh karena itu percaya atau tidak dia adalah sitri mu dan menantu perempuan kami, dia akan melakukan ritual  yang dilakukan oleh pengantin baru".., suka atau kau tidak suka". Trilochan mengegur Bihari "dan kau kenapa masih disini?".., bangunkan Bondita". Bihari bertanya tentang gadis yang harus di bangunkannya "Siapa yang harus kubangunkan.., menantu gubernur atau istri Anirudh". Trilochan kesal meneriaki Bihari, Bihari ketakutan dan bergegas pergi. Trilcohan bertanya pada Anirudh "apakah kau hanya akan terus berdiri disini?".., pergi dan bersiaplah untuk melakukan ritual". Anirudh hanya diam. Trilochan melakukan puja dan membunyikan lonceng di tangannya

Bondita mengadu pada Sampoorna bahwa di rumah metuanya tidak ada perempuan dan yang tinggal disana hanya laki-laki dan Bondita tidak mengenal mereka, Sampoorna berkata bahwa dia mengetahui siapa saja yang ada dirumah mertuanya. Sampoorna mengatakan "semua orang yang datang memanggil ku adalah ibu mertua ku". Bondita bertanya tentang wanita / bibi Saurabh "lalu siapa yang bersama dengannya?". Sampoorna menjawab bahwa mungkin wanita itu adalah adiknya dan menjelaskan bahwa wanita itu adalah tamu dan akan pergi dalam beberapa hari, Sampoorna mengatakan pada Bondita bahwa suaminya (Saurabh) ada disana. Bondta mengatakan bahwa dia juga tahu tentang suaminya (Anirudh) dan meminta agar sampoorna tidak memberitahu pada siapapun bahwa suaminya sangatlah aneh.

Lonceng dibunyikan dengan sangat kears oleh Trilochan, Anirudh mengatakan bahwa pamannya boleh melakukan apapun yang dia inginkan  dan Anirudh tidak akan menjadi bagian dari ritual apapun. Anirudh berkata pada Trilochan " bukankah kau tahu aku selalu mengatakan apa yang aku katakan".., paman pernitah mu itu tidak akan membuat ku melakukan ritual. Trilochan menghentikan lonceng dan berteriak memanggil Bihari dan bertanya "apakah Bondita sudah bangun?". Bihari mengatakan bahwa dia hampir saja sampai.

Bondita mengatakan pada Sampoorna "apakah aku tidak merasa buruk?".., tapi apa yang bisa aku lakukan?..,"aku telah membasahi tempat tidur ku?". Sampoorna meminta agar Bodnita berhati-hati . Bondita berkata bahwa itu hanya akan menjadi masalahnya untuk bebrapa hari dan Bondita yakin bahwa ibunya akan datang kepadanya dan akan memegang sari bunya dan tidur dan dia tidak akan merasa takut dan bahkan tidak akan mengompol. Sampoorna bertanya "apakah kau yakin jika ibu mu akan datang kesini?". Bondita mengatakan pada Sampoorna "kenapa tidak?".., ibu mengatakan pada ku  dia akan berada disini jika ritual telah selesai". Sampoorna tersenyum, Bondita mengatakan "Tapi sampai ibu ku datang kesini ". Sampoorna berkata "sampai hari itu datang aku akan ada bersama dengan mu".., dan setiap kali itu akan terjadi maka datanglah ke sungai ini".., "aku akan mencuci pakian mu dan juga menggantungkan sari mu". Mereka bedua berpelukan.

Bihari sampai di kamar Anirudh untuk membangunkan Bondita dan mengatakan bahwa ia akan masuk kedalam, ia nenbuka pintu kamar dan tidak menemukan Bondita, Bihari kesal dan bertanya "kemanakah Bondita pergi?". Bihari kebingungan untuk memanggil Bondita sehingga harus menyebutnya dengan Bu Bondita  dan jika harus memanggilnya dengan sebutan Nyonya Bondita maka Anirudh akan marah dan jika ia harus memanggilnya gadis maka Trilochan yang akan menamparnya. Bihari mulai panik ketika ia tidak bisa menemukan Bondita, namun Bondita tidak ada disana. Bihari melihat tumpukan bantal dan selimut ia bertanya-tanya tentang siapa yang menaruhnya di sofa, Bihari berkata bahwa Anirudh sudah sangat marah  dan jika dia melihat semua bantal ada disana maka Bihari akan ditampar dengan sangat keras. Suara Trilochan keras terdengar "Bihari dimanakah kau?". Bihari menjawab bahwa dia akan segera kesana menemui Trilochan. Bihari bergegas pergi.

Sampoorna bertanya pada Bondita "apa yang telah kau lakukan pada sofa yang kau gunakan untuk tempat mu tidur?".., apakah noda itu akan menegring.., tapi mereka tidak akan pergi".., dan ketika bau tercium maka semua orang akan tahu dan jika mereka tahu maka..". Bondita bertanya "maka apa?". sampoorna mengatakan bahwa mereka akan mengemas barang-barangnya dan mengembalikan Bondita kerumah. Bondita bertanya tentang apa yang harus dilakukannya sekarang. Sampoorna meminta agar Bondita segera pulang kerumahnya dan menyembunyikan kursi sebelum ada orang yang akan melihatnya. Bondita mengatakan bahwa jika dia menyembunyikan kursi  maka dia yakin tidak akan mendapatkan maslaah. Bondita bertanya "apakah aku berkata dengans benar?".., maslahnya adalah kursi/ sofa. Sampoorna meminta agar Bondita melupakan sajaknya dan meminta untuk segera menyembunyikan sofa, Bondita senang karena kata-kata Sampoorna juga berima. Sampoorna kesal dan berteriak pada Bondita. Seorang pria bertanya "apa yang terjadi". Bihari memberitahu Trilcochan  Bahwa Bondita tidak ada dikamarnya. Trilochan bertanya "lalu kemanakah dia pergi?"..,apakah matamu telah ditutup?". Bihari bersumpah bahwa ia telah mencari Bondita diseluruh ruangannya dan Bodnita tidak ada disana. Anirudh terkejut. Bihari bertanya "apakah ada yang melihat Nona Bondita pergi kemana?". Som memita agar Bihari  memeriksa didapur dan mungkin saja Bondita makan didapur seperti tadi maalam. Batuk ingin memberikan Bondita pelajaran karena telah berfikir bahawa dia adalah pemilik dari rumahnya tinggal. ia ingin menarik rambut Bondita, tapi batuk belum melihatnya sejak pagi.

Anirudh berkata "jika Bondita tidak ada dirumah, mana bisa gadis sekecil itu bisa pergi". Anirudh bertanya  pada ayahnya (Binoy) "apa yang sudah kau lakukan?".., "apakah kau mengirimnya pergi lagi?".., "ayah aku tidak akan mentolerirnya (membiarkannya) kali ini". Binoy marah pada Anirudh bahwa merekalah yang tidak akan membiarkannya (menoleransi) Bondita.., aku juga belum melihatnya setelah kau memebrikan ceramah  tadi malam". Anirudh mulai cemas tentang Bondita berkata bahwa dia tidak dirumah dan juga tidak diluar, lalu kemanakah dia pergi ketempat yang tidak diketahui". Anirudh cemas.



 


 

 

Comments