BARRISTER BABU 17 FEBRUARI 2020 EPISODE 5
INTERPRETASI SINOPSIS BY MADE TITIS MAERANI
DESKRIPSI FILM :
Karena Bondita diharuskan untuk menerapkan/ memakai Haldi sebagai ritual pranikah, dia entah namun Bondita berhasil untuk melarikan diri dari wanita mengejarnya. Saat itu, dia menerima surat balasan dari Anirudh dan meminta tukang pos untuk membacakannya
SINOPSIS EPISODE 5
Anirudh sedang mengetik namun ia gelisah melihat jam dan teringat tentang semua ucapan Sudamini yang akan dilamar oleh seorang pria. Somnath dan Batuk berdiri di teras, Batuk mengatakan pada Somnath “Sekarang sudah jam 6 sore, apakah menurut mu anggota keluarga pria akan datang ?”.., bagaimana jika nanti Sudamini menikahinya?”. Somntah mengatakan pada Batuk “Maka dia tidak akan lagi menjadi kakak ipar mu”..”ayah adan juga paman tidak ada dirumah untuk bisa menghentikan semua ini”. Somnath berpendapat “Tapi Anirudh bisa menghentikannya”..,”pergilah dan yakinkanlah Anirudh”. Batuk memegangi pipinya dan beralasan pada Somnath “aku tidak suka dengan pipi yang merah, kau saja yang pergi dan katakan padanya”. Anirudh tediam mendengarkan pembicaraan mereka berdua kemudian Somnath dan Batuk melihat dari teras dan saling memberikan isyarat satu sama lainnya.
Batuk sengaja berbicara lebih keras agar Anirudh mendengarnya, ia berkata pada Somnath “Keluarga memperlai pria telah datang/ tiba “. Somnath meninpalinya berkata dan akan ada pengantin pria.., dia akan datang dan akan menemui kakak ipar Sudamini”. Anirudh semakin gelisah, diluar Batuk mengatakan dengan keras “Dia terlihat tampan”. Somnath menimpali “Lihatlah.., dia seperti pengacara”. Anirudh tak dapat berkeutik, Batuk menimpali “Iya, dia seperti Anirrudh”. Somnath mengatakan “Kita tidak akan bisa menahannya!..”Sudamini hanya menyukai seorang pengacara”. Batuk setuju dengan Somnath berkata “Iya”. Anirudh begitu sangat geliasah dan ia hanya terdiam.
Dirumah sudamini, calon pengantin pria datang untuk melamar Sudamini, ayah Sudamini menatap putrinya dan memberikan isyarat tapi Sudamini hanya tersenyum. Ibu dari calon mempelai pria memuji kecantikan Sudamini “Dia terlihat sangat cantik”. Sudamini hanya berusaha untuk tersenyum dan telihat manisa di hadapan mereka, Ayah dari calon mempelai pria mengatakan pendapatnya tentang Sudamini”Kami sangat menyukainya”. Lalu bertanya pada putranya tentang Sudamini “Ranjan.., katakana tentang keputusan mu”. Ketika Ranjan ingin mengatakan pada Ayahnya, Anirudh datang secara tiba-tiba kerumah Sudamini. Sudamini sangat senang dengan kedatangan Anirudh. Ayah Sudamini menjelaskan pada keluarga Calon mempelai pria dan berkata “Dia Anirudh, anak sulung dari tetangga ku Binoy Roy Chaudhary!”. Ayah Sudamini menatap putrinya yang sejak tadi berdiri di sampingnya, Sudamini hanya tersenyumk tersipu malu. Anirudh hanya memangdangi Sudamini yang hanya tertunduk dan tersenyum, Ayah Sudamini bertanya pada Anirudh”Mengapa kau datang kesini, sayang ku?”. Anirudh tersadar dari lamunannya dan berkaya “Aku berharap aku tidak menganggu kalian semua”. Ayah sudamini mengatakan “Tidak!”.., faktanya kami sedang menunggu ..”. ayah Sudamini menghentikan kata-katanya dan menatap Sudamini dan memperbaiki kata-katanya dan bertanya pada Anirudh “Mengapa kau datang kesini?”. Anirudh mengatakan “Buku” dan kemudaian menatap Sudamini “aku datang untuk mengambil buku”.., bolehkah aku mengambilnya?”. Ayah sudamini berkata “Iya”. Anirudh menghela nafasnya dan berjalan masuk kekamar Sudamini.
Sudamini tersenyum senang dan Ayahnya memberikan isyarat, Sudamini mengatakan pada keluarga calon mempelai pria “aku akan kembali” dan kemudian pergi. Ayah sudamini mengatakan pada keluarga calon mempelai pria “Silahkan makan Rasagullas!”. Ayah mempelai pria bertanya “apakah Sudamini sedang meniyiapkannya?”. Ayah Sudamini menjawab “Iya” lalu mengatakan pada dirinya sendiri “hari ini dia telah membodohi kita semua!”.
Anirudh terlihat sangat kesal, Sudamini datang dan bertanya “Buku mana yang kau butuhkan?”. Anirudh kesal dan berkata pada Sudamini “Mengapa kau ingin tahu?”. Sudamini menjawab “aku akan membantu mu untuk mencarinya”. Anirudh mengatakan “kenapa aku membutuhkan bantuan mu?”. Sudamini mengatakan pada Anirudh “siapa lagi selain aku yang lebih tahu tentang kebutuhan mu..,”apakah kau mecari buku ditempat gadis itu akan menikahi orang lain dan kekasihnya mengalami pendritaan yang begitu parah dan..”. Anirudh membawa Sudamini kedekapannya dan berkata “bertemu dengan calon pengantin dan anggota keluarganya..”.., kenapa kau melakukan ini, mini?”. Anirudh mengatakan pada Anirudh “mengapa aku tidak bisa melakukannya?”. Anirudh bertanya pada Sudamini “apakah kau mau menikah?”. Sudamini menjawab “apa kau tidak berfikir begitu?”. Anirudh bertanya pada Sudamini “apakah kau menyukai pria itu?”. Sudamini mengatakan pada Anirudh “Pada akhirnya aku akan menyukainya, setiap gadis menginginkan pasangan hidupnya untuk memujinya, untuk menghormatinya dan untuk menganggapnya sebagai gadis yang cerdas dan jenaka”. Anirudh kesal pada Sudamini “Mini!.., kau tidak tahu apa maksud/ arti mu untuk ku”. Sudamini mengatakan pada Anirudh “aku akan mengerti.., katakana pada ku”. Anirudh mengatakan “apakah penting untuk mengungkapkan semuanya?”. Sudamini menjawab “Tidak”..,”Tapi rasanya enak untuk di dengar”. Anirudh mengatakan “Mini, akan ada waktu yang tepat untuk segalanya”. Sudamini bertanya “sampai berapa lama lagi, anirudh?”. Anirudh menjawab “aku tidak tahu”..”jika kau tidak bisa menunggu ku maka aku tidak akan menghentikan mu, aku tidak akan pernah merepotkan mu lagi”. Anirudh melepaskan Sudamini dan berjalan pergi menjauhinya, Sudamini terdiam dan tersenyum menatap Anirudh yang membelakanginya dan kemudian ia tersipu malu dan berlari keluar dari kamarnya.
Sudamini kembali ke ayahnya, di mana keluarga calon mertuanya telah menunggu. Sudamini hanya tersenyum dan menunduk di hadapan ayahnya yang kembali memberikan isyarat. Ayah calon mempelai pria mengatakan “Ranjan sangat menyukai Sudamini.., haruskah kita mempercepat lamaran?”. Ayah sudamini bertanya pendapatnya “Mini!”..”apakah kau suka dengan Ranjan?”. Sudamini mengatakan “Iya ayah”. Ranjan sangat senang namun Sudamini tiba-tiba menjulingkan kedua matanya berkata “ aku sangat menyukainya”. Sudamini bertindak seperti orang gila menyebutkan semua makanan yang telah disajikan dengan matanya yang terjuling “Rasagullas, Chhena, kheer”.., aku menyukai semuanya”. Ranjan dan ibunya ketakutan, Ayah Ranjan bertanya “Apa ini?”. Sudamini seolah menjadi orang yang normal dan berpura-pura kebingungan dan berkata pada Ayahnya “Ayah, aku mengalami kejang lagi”. Sudamini meyakinkan ranjan dan keluarganya “Tapi jagan khawatir, aku akan menjalani perawatan.., bukankah begitu, ayah?”. Ayah sudamini hanya menganggukan kepalanya. Dan sudamini kembali berakting menjulingkan kedua matanya kembali berkata “apakah aku akan mendapatkan perawatan?”. Sudamini menakuti keluarga Ranjan berkata “aku akan memakan kalian semua”. Sudamini mengatakan pada ayahnya “aku sangat menyukainya, ayah”. Sudamini berpura-pura meminta berkah namun Ranjan dan ibunya ketakutan, Sudamini berkata “mengapa kalian berdua?”..,”apakah kau tidak menyukai aku?”.., “apakah kau tidak menyukai ku karena aku gila?”. Keluarga Ranjan ketakutan, Sudamini mengatakan “tapi aku menyukai kalian semua”. Anirudh melihat aklting sudamini dan tertawa dan berjalan pergi. Sudamini terus menggoda Ranjan dan keluarganya dan ayah Ranjan berkata “Mohon maafkan kami!”..,”kami akan pulang”. Rajan dan kedua orang tuanya pergi, Sudmini mengatakan pada ayahnya “ayah tapi aku sangat menyukainya.., ayah mereka pergi”. Ayah Sudamini mengejar Rajan dan kedua orang tuanya namun Sudamini mentertawakan mereka, Nenek Sudamini datang menemuinya “Mini”. Sudamini menggoda neneknya dengan menjulingkan kembali kedua bola matanya “aku suka dia”. Nenek Mini hanya tersenyum, Sudamini berkata “Lihatlah nenek, Anirudh akhirnya datang .,., aku memenangkan tantangan ini”. Nenek sudamini mengatakan “untungnya kau memenangkan tantangan, tapi bukan membuat Anirudh tunduk.., kau bisa memenangkan hatinya jika kau telah memenangkan ego mu”. nenek sudamini menggelengkan kepalanya dan pergi. Sudamini tersenyum dan berkata “apa pentingnya memenangkan hati, itu sudah menjadi milik ku”.., “ekspresikanlah perasaan mu Anidrudh”.., “aku siap memakai kunyit atas nama mu, Anirudh”. Sudamini tetawa malu dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Sementara itu dirumah calon mempelai perempuan Sampoorna dan Bondita akan di adakan upacara pengolesan kunyit, semua wanita datang menghadiri. Bibi Mami mengatakan pada Bondita “apakah kau ingin kelaparan diupacara kunyit?”.., kau tidak akan mendapatkan apapun untuk dimakan jika membuat keributan, jadi berhentilah merajuk (cemberut) dan mulailah tersenyum”. Sampoorna dan Bondita duduk, para tamu mengusapkan kunyit diwajah Sampoorna, namun Bondita terlihat gelisah. Sampoorna mengatakan pada Bondita dan menerka “apakah mungkin calon ayah mertua mu tidak mendapatkan jawaban dari surat mu, calon suami mu akan mengirimkan balasan surat itu melalui pos”. bondita bertanya “apakah itu mungkin?”. Sampoorna menjawab “tentu saja kenapa tidak?”.., mungkin tukang pos akan segera mengirimkan balasan surat”.., bagaimanapun ini sudah waktunya untuk pemutaran (pernikahan)…, apakah sekarang kau senang?”. Bondita mengatakan “ya, aku sangat senang”. Bibi Mami mengolsekan kirim kunyit pada Sampoorna dan begitu juga dengan semua tamu wanita, namun bondita tetap geliasah, Sampoorna memperhatikannya “apakah kau sangat kesal.., kau masih belum mendapatkan surat mu?”.., sekarang apa lagi yang bisa kau lakukan?”.., semua tamu ada disini.., akan lebih bijaksana untuk mengoleskan kunyit secara diam-diam”.., jika ada yang salah maka pamanlah yang akan di salahkan.., katakan pada ku apakah kau mau memakai kunyit?”. Bondita hanya terdiam, Sampoorna meyakinkannya “Bondita?”. Saat Bibi Mami akan mengoleskan kunyit dengan kedua tangannya, Bondita menghempaskan tangannya dan berkata “aku tidak akan membiarkan mu mengoleskan kunyit”. Bibi Mami tersentak kaget begitu juga dengan semua tamu, Bondita bangun, Bibi Mami mengatakan pada Bondita “apakah kau sudah kehilangan karena kelaparan?”.., ritual kunyit sangat penting untuk dilaksanakan sebelum pernikahan”. Bondita mengatakan “bagaimana jika aku tidak mau menikah?”.., kembalikan saja kunyit itu pada calon mertua ku”. Bibi mami berkata “kau bodoh.., bagaimana kau akan menikah, apakah kau ingin kunyit di kembalikan?”. Bondita mengatakan “apakah kau tidak mau mengabulkan permintaan ku, karena takutpernikahan akan dibatalkan”. Bibi Mami melihat kearah semua tamu wanita, Bondita mengatakan “Tidak, aku ingin ibu ku sampai aku mendapatkan jawaban dari calon suami ku, apakah aku melakukan sesuatu yang salah dengan menolak melakukan ritual kunyit?”. Semua tamu perempuan saling memandang satu sama lain karena terkejut.
Seorang wanita berkata “anak perempuan dan sapi seharusnya tidak diberikan kebebasan sebayak itu”. Bibi mami mengatakan “Dia (Bondita) ini anak manja”.., dia tidak akan pernah mendengarkan kita.., dia akan membawa aib untuk keluarga jika kita tidak memaksanya untuk melakukan ritual kunyit hari ini”.., ayo semuanya, oleskan kunyit padanya!”. Bibi Mami dan semua tamu wanita datang mengelilingi dan mengepung Bondita dan akan mengoleskan kuyit padanya namun Bondita melemparkan bubuk kunyit pada Bibi Mami dan semua tamu, Bondita bergegas melarikan diri sementara itu Bibi Mami dan semua tamu mengejarnya, Bondita kelelahan dan menghela nafasnya begitu juga dengan bibi Mami dan semua tamu. Bondita menyadari kehadiran mereka dan kembali melarikan diri dari kejaran. Bibi Mami meminta agar Bondita berhenti namun Bondita menolaknya dan mengejek dibalik sebuah batu dan toda perbatasan, mereka semua “Aku bukanlah sapi naif yang mudah untuk di jinakkan”. Bibi Mami kehilangan kesabarannya “Aku berharap itu mungkin, kau tidak akan mungkin bisa untuk ditangani.., kemarilah”. Seorang tamu berkata “seorang gadis memiliki beberapa batasan yang tidak bisa dia lewati, berhentilah!”. Bondita mengatakan pada semua tamu dan juga kepada Bibi Mami “Kalian semua telah melewati batas bersama, melanggar penghalang mu kalian semua datang kepersimpangan ini.., dimana hanya pria yang hanya diperbolehkan “. Bibi Mami tersentak kaget dan Bondita bertanya “Bibi, apa yang ingin kau katakana tentang hal itu?”. Bibi Mami dan semua tamu terlihat panic dan memakai duppata dikepala, Bondita mentertawakan mereka. Seroang pria mengatakan Apakah kalian wanita gila?”.., ataukah kalian semua buta?”..”Bagaimana mungkin kalian tidak melihat batas ini?”. Bibi Mami kesal dan berkata pada Bondita yang hanya tertawa “aku akan mengutuk mu” dan saat Bibi Mami akan meraih tangan Bondita bel tukan pos berbunyi dan semua orang menyingkir dan memberikan jalan. Bondita bertanya pada tukan pos “apakah surat ku sudah sampai?”. Pengatar Pos menujuk surat dan berkata “Ini surat mu”. Semua orang pergi dari sana dan Paman Bondita datang kesana. Bondita berkata “Paman tukang pos, akan jauh lebih baik jika calon suami ku berbicara dengan ku dari pada menulis surat!”. Pengantar pos mengatakan pada Bondita “Anak ku sayang, ini surat bukan pengeras suara yang akan berbicara dengan mu”. bondita mengatakan “Bukankah kau bisa menjadi pengeras suara ku?”.., bacakanlah untuk ku apapun yang tertulis dalam surat itu, aku tidak bisa membaca”. Bibi Mami sangat kesal dan menahan amarahnya, tukang pos mengatakan pada Bondita “Baiklah, aku akan membacakannya untuk mu”. Bibi Mami mengatakan pada Paman “apa lagi yang sedang kau tunggu?”..”pergilah dan lihat siapa yang menuliskan surat itu padanya”. Paman berlari memanggil Bondita ketika Surat yang dikirimkan Anirudh akan dibacakan oleh penghantar pos dan beregas merebut kertas itu dari tangan pengantar pos. paman Bondita mengatakan “Biarkan aku yang membacakan surat itu untuk mu!”.., Tukang pos harus membawakan surat yang begitu banyak”. Tukang pos tersenyum lalu mengambil barang yang lainnya dan memberikan pada Bibi Mami berkata “Iya itu benar”.., Pot ini berisi Rasagullas, ini juga datang dengan suratnya”. Tukang pos mengatakan pada Bondita “Nikmati Rasgullasnya”.., selamat tinggal”.
Bondita berbalik melihat pot ditangan bibi mami berkata” Bibi, aku punya mata ku di Rasagullas ini”. Bibi Mami memberikan isyarat pada Paman Bondita dan Paman Bondita menggendongnya “ayolah”..”Biarkan aku melihatnya”. Paman Bondita membaca surat yang dikirmkan Anirudh :
“Karena amplop yang berisi surat itu hilang, maka surat mu tidak bisa ku kirimkan ke calon suami mu.., aku minta maaf untuk hal itu.., jangan biarkan siapapun membungkam mu, wanita dinegara kita tidak memiliki hak untuk memilih suami mereka, kau harus menikah jika semua kondisi mu terpenuhi bawalah ibu mu bersama mu, dan ya jangan lupa makan Rasagullas.., keberanian yang telah kau tunjuukan sangat mengagumkan dan aku akan mendukung mu dalam tujuan ini, jika ada seseorang yang memaksa mu untuk menikah kau harus menghubungi ku tanpa tertunda, aku seroang pengacara”.., aku akan membantu mu mengklaim hak-hak mu dan juga menghukum mereka yang telah memaksa mu”
Bondita bertanya pada Paman “Apakah calon suami ku setuju dengan kondisi ku?”. Paman menjawab “tentu saja, kenapa tidak?”.., tidak akan ada yang menolak apa yang kau inginkan”. Bondita sangat senang dan tutun dari gendongan pamannya dan meyakinkan akan perkataan pamannya “bernarkah itu paman?”. Bondita mengambil pot Rasagullas dari bibi mami dan berkata “apakah kau sudah mendengar apa yang paman katakana?”.., berikan aku Pot Rasagullas ini, aku akan harus memakan sesuatu yang manis untuk merayakan kesempatan ini”. Bibi Mami menolaknya dan Bondita mengatakan “apakah kau tidak mendengar apa yang paman katakana?”..,”Tidak aka nada yang menolak ku untuk apapun”.
Bibi Mami kesal dan memberikannya lalu Bondita berlari dan memakan Rasagullas pemberian Anirudh. Paman Bondita mengatakan pada Bibi Mami “Surat Bondita dikirimkan oleh seroang pengacara, sibodoh itu siap untuk berdiri disisinya dan lihatlah dia telah menuliskan alamatnya dan bersyukurlah pengacara itu yang mendapatkan surat Bondita dan bukan calon suami Bondita”.., Jika mereka bertemu satu sama lain maka kita yang akan mendapatkan masalah”. Bibi Mami menghampiri Bondita yang saat itu memakan Rasagullas dan melembutkan nada bicaranya pada Bondita “apakah sekarang kau akan mengoleskan kunyit?”. Bondita mengangguk dan mereka bergegas pergi.
Anirudh mengatakan “aku tidak akan mendapatkan atas surat ku secepat ini, bagaimana dia akan menelpon?”..”saluran telpon tidak banyak terhubung didesa ini, jadi lupakan saja desa dan aku berharap ada waktu di masa depan dimana kita tidak lagi membutuhkan kabel untuk dapat berbicara”. Sementara itu Batuk menjadikan pelayannya (Bihari) merangkak dan berlata “ Ayo kuda, pergilah!”. Batuk bertanya pada Anirudh “apakah kau sedang menunggu Sudamini”. Anirudh menjawab “Tidak, Dasar monster!”.., tapi untuk gadis yang mengirimkan surat itu”. Batuk bertanya “apakah kau ada rencana untuk menikahinya?”.., sudaminilah orang yang akan menikah dengan mu!:.., ini yang ayah katakannya”. Anirudh tersenyum dan menggerutu “aku telah bekerja keras tanpa alasan”, aku tidak berfikir tentang dia yang sama sekali membutuhkan ku, faktanya aku akan membutuhkan bantuannya untuk menjelaskan pada semua orang untuk menghentikan ketidakadilan terhadap wanita”. Anirudh menghela nafasnya dan berkata pada batuk “aku berharap, aku bisa bertemu dengannya”. Batuk menjawab “Kita bisa datang bertemu bersama, aku punya kuda”. Pelayan Bihari mengatakan “Dia (Batuk) telah merubah ku menjadi keledai mengajak ku untuk berkeliling”.
Anirudh hanya tertawa, Batuk menegur Bihari “Diamlah, akulah pemiliknya!”.., aku tidak akan bisa membiarkan ketidakadilan datang pada siapapun”. Bihari hanya menangis dan terdiam, Anirudh mengatakan pada Batuk dan menggendongnya “Tetapi ketidakadilan itu sedang terjadi, seekor monyet sedang duduk di atas kuda”. Batuk bertingkah seperti monyet, berkata “apakah kau tidak mencintai ku?”. Anirudh menghentikan tingkahnya saat menggaruk seperti monyet dan berkata “aku sangat mencintai mu”. Batuk berkata pada Anirudh “lebih dari pada gadis yang mengirimkan surat itu?”. Anirudah terdiam dan menunduk.
Sumanti hanya menatap Bondita yang tertidur nyenyak, ia bangun dan menatap patung dewi. Sumitra berfikir “Dewi Durga.., mengapa anak-anak gadis tumbuh dewasa begitu cepat?”.., apa ruginya jika mereka hidup seperti anak kecil selama beberapa hari lagi?”.., Bondita akan menikah besok, segalanya terjadi begitu cepat.., bahkan dia tidak mengerti apa artinya menjadi seorang istri”.., tapi kau tidak memberikan putri ku begitu banyak kekuatan untuk bisa mengurus dirinya sendiri tanpa aku dirumah barunya, maka kau yang akan menjadi ibunya dan merawatnya”. Sumanti mengecup tangan Bondita.
Anirudh sedang kebingungan saat membaca buku, ia berfikir “ada banyak sekali buku yang menulis tentang kebangsaan Negara kita, tapi tidak ada yang menulsikan tentang kebebasan wanita”.., ada begitu banyak masalah dan hanyalah masalah tapi tidak ada yang menjadi suara mereka?”. Ayah Anirudh (Binoy) datang berkata pada Anirudh “apakah kau ingin membawa perubahan dalam masyarakat?”.., tapi kau tidak bisa mentolerir perubahan apapun yang dibuat dikamar mu”.Anirudh berkata pada Binoy “aku berharap kau bisa mengerti aku”. Binoy hanya tersenyum berkata pada Anirudh “tidak apa-apa, kami akan memilihkan sesoarang untuk mu, siapa yang bisa mengerti diri mu dan cara mu”.
Anirudh hanya menatap Binoy, Binoy berkata pada Anirudh “Kau bisa menikah dengan Sudamini”. Anirudh tersenyum menatap Binoy, Binoy mengatakan “aku akan berbicara dengan Bahumik dan memperbaiki perjodohan mu dengan Sudamini”. Aniruh beranjak dari kurisnya mengatakan “ayah, aku sudah punya permintaan”. Anirudh tersipu malu dan tertunduk di hadapan Binoy. Binoy mengatakan pada Anirudh “Jangan malu-malu, lihatlah sekarang kau sudah dewasa”.., anggap saja aku teman mu bukan sebagai ayah mu”. anirudh mengatakan pada Binoy “ jadi.., sebelum orang dewasa membahasnya aku ingin berbicara dengan Sudamini untuk mengungkapkan perasaan ku “. Binoy hanya tertawa berkata “Apa namanya dalam bahsa inggris?”.. Iya, mengusulkan”.., aku pikir sejak kau datang dari luar negerti kau akan lupa akan segalanya tentang cara mereka, ada baiknya juga kau mengingat beberapa hal..”Mengusulkan”.
Anirudh hanya tertunduk daihadapan Binoy dan tersenyum, Binoy berkata pada Anirudh “Lakukanlah”.., tapi lakukan dengan segera”. Anirudh mengatakan pada Binoy “Iya ayah, besok aku sendiri yang akan berbicara dengan Sudamini”. Binoy hanya menganggukan kepalanya, Binoy tersenyum kemudian pergi meninggalkan Anirudh. Anirudh hanya tersipu malu dan tersenyum, Binoy keluar dan membuka pintu dari ruangannya, paman Trilochan berdiri diluar berkata “Aku sangat senang kau telah melakukan semua petunjuk ku”.., sekarang perhatikan saja.., Anirudh akan jatuh cinta bergitu dalam dan gagasan reformasi akan segera dihapuskan dalam pikirannya”. Binoy hanya terdiam dan Trilochan tertawa senang.
Sampoorna terbangun dari tidurnya yang nyenyak dan melihat sekeliling tempat tidur yang telah basah, ia teriak memanggil Bondita yang telah mengompol kembali, Sampporna membangunkannya. Sampoorna berkata “lihatlah apa yang sudah kau lakukan”. Bodnita terbangun dan tidur di pangkuan Sumati, bibi Mami datang dengan kesal berkata “oh tidak, bukankah Bondita pandai dalan berdebat, tapi dia tidak malu telah mengompol”. Bibi mami meminta pada Sumati agar dirinya memukul Bondita dengan keras dan memintanya untuk membuat Bondita mengerti. Sumati mengatakan pada Bondita “Tidak apa-apa, jangan menangis”.., pergilah dan basuh diri mu, aku akan mengambilkan pakian ganti untuk mu”.., jangan menangis sayang”. Saumanti meminta pada Sampoorna untuk membawa Bondita pergi.
Sumanti berrkata pada bibi Mami “Kakak ipar aku akan mengganti tempat tidur”. Bibi Mami mengatakan pada Sumati “Kau yang akan melakukan semua ini disini, tetapi siapa yang akan menggantikan tempat tidurnya ketika Bondita pergi kerumah mertuanya?”.., apakah suaminya?”. Samati tersentak kaget menatap Bibi Mami dan terdiam.
Comments
Post a Comment