BARRISTER BABU 18 FEBRUARI 2020 EPISODE 7

INTERPRETASI SINOPSOS BY  MADE TITIS 

DESKRIPSI FILM :

Dengan keadaan Sumanti (Ibu Bondita) terkunci yang memang di sengaja oleh Paman Bondita, sementara itu Bibi Mami memberikan Kheer dengan ramuan obat pembius dan membuat masa depan Bondita Nampak suram, ketika paman dan Bibi Bondita menikahkannya dengan kakek tua. Namun nasib Bondita menemukan secercah harapan  ketika Anirudh Roy Caudhry datang untuk menyelamatkannya dari pernikahan itu.


SINOPSIS EPISODE 7

Paman Bondita mengingat kata-kata bibi Mami untuk mengunci ibu kandung Bondita yang telah menjanda agar tidak banyak membuat masalah, tanpa sepengetahuan Sumitra. Sumitra saat itu berdoa pada dewi durga, ia memohon agar dewi durga baik pada Bondita dan berharap tidak aka nada orang yang akan mengambil keuntungan dari kepolosan putrinya, dan meminta agar selalu melindungi putrinya.

Disisi lain, Anirudh yang saat itu datang untuk memenuhi undangan pernikahan paman Munshi atas pernikahan sahabatnya Saurabh, dengan heran melihat seorang kakek tua renta bersama dengan keluarga besarnya, Bondita di tampilkan mulai pusing semua pandangannya kabur, ia berusaha untuk berjalan pergi namun hanya tidak memiliki kekuatan karena seluruh pandangannya.

Iringan calon pengantin wanita (Sampoorna) telah datang untuk melakukan ritual pernikahannya bersama dengan Saurabh. Anirudh berfikir tentang kakek tua bahwa menikah di usianya sejujurnya itu hal yang sangat mengejutkan, namun itu bagus untuk mengenalkan masyarakat untuk berempati dengan hal itu. Sampoorna mulai menaiki altar pernikahannya, sementara itu Bondita mencoba untuk sekuat tenaga menyeimbangkan kakinya dan memegangi kepalanya, diluar Anirudh sedang menari bersama dengan para tamu undangan wanita, Sampoorna menjalankan semua sumpah pernikahan dan pada akhirnya Bondita terjatuh dan tak sadarkan diri (pingsan).

Ketika Sampoorna telah selesai melakukan ritual pernikahan dengan Surabh, tibalah saatnya bibi mami membawa Bondita yang ditandu dalam keadaan yang tidak sadarkan diri, bibi Mami memegangi daun pada kedua mata Bondita, dalam perjalanan mereka menuju altar botol sindoor terjatuh dari simpul kain, Anirudh belum menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Bondita mulai melakukan ritual pernikahan bersama dengan kakek tua dalam kondisi terbius dan mata terpejam.

Anirudh terkejut saat ia menginjak botol sindoor milik Bondita, ia mengalihkan pandangan matanya pada altar kakek tua, saat itu Bibi mami yang membantu untuk menopang tubuh Bondita yang pingsan membuka daun pada kedua kelopak mata Bondita. Anirudh masih memandangi botol sindoor ketika ia menyadari seroang gadis kecil berlum cukup umur akan menikah dengan seorang kakek yang tua renta, dan Anirudh meminta agar mereka menghentikaan pernikahan itu. Semua tamu undangan bertanya-tanya tentang apa yang telah terjadi. Sumanti mendengar keributan diluar sementara dirinya terkunci didalam kamar gelap “apa itu?”.


Diluar, Anirudh mengatakan “aku tidak akan membiarkan pernikahan ini terjadi”. Semua orang tersentak kaget dan bertanya-tanya “apa yang sedang terjadi”. Seorang wanita paruh baya bertanya pada wanita di sebelahnya tentang apa yang sebenarnya terjadi “Apa yang dia katakan?”. Pihak keluarga pengantin dari kakek tua renta tidak mau mempedulikan peringatan Anirudh dan meminta agar segera menukarkan karangan bunga.

Anirudh dengan sangat berani berjalan mendekati altar pernikahan dan berkata kepada mereka semua “aku tidak akan membiarkan pernikahan ini terjadi”. Kakek tua renta mulai mengambil karangan bunga. Anirudh kembali memperingatkan kakek tua renta “Apakah kau tidak mendengarkan aku?”.., hentikan pernikahan ini”.

Munshi (Ayah Saurabh) berkata pada Anirudh “apa itu, tuan?”.., mengapa pernikahan itu tidak bisa di lakukan?”. Anirudh menjawab “ Tidak bisakah kau melihat berapa usianya?”.., usianya lebih tua dari pada usia kakeknya!”. Sampoorna terkejut dan bersedih berkata “ Apa Bondita menikah dengan kakek / pria tua?”.

Pihak keluarga kakek tua renta mengatakan dengan sangat marah “Ini sudah cukup”.., Apkah kau memanggil kami  untuk pernikahan atau untuk di hina?”. Paman Bondita mengatakan “Kami ingin kau menikahinya, aku akan sekaligus memulai ritualnya”. Anirudh terkejut. Sumitra bertanya-tanya “tentang hal apakah semua keributan itu?”.., aku merasa sangat takut.., seolah sesuatu yang buruk akan terjadi”. Sumitra berlari namun langkah kakinya terhenti saat mengingat ucapan bibi Mami (kakak iparnya) bahwa dirinya hanyalah seorang janda dan harus membotaki kepalanya, ia juga mengingat ucapan Bondita bahwa jika ibunya tidak mau melihat pernikahannya maka hal itu akan menjadi pertanda buruk terbesar. Sumitra menangis dan tidak berdaya, ia mengingat kembali uycapan Bondita ketika ia memberitahu bahwa Bondita telah melepaskan pengait kayu  dan ibunya bisa melihat dari celah dan mengawasi putri kecil kesayangannya saat nanti menikah.

Sumanti mengintip dari balik lubang ditembok, ia terkejut saat melihat Bondita pingsan dan kakek tua renta di atas altar pernikahan. Anirudh datang ke altar pernikahan mereka dan menghempaskan tubuh kakek tua, semua orang terkejut, Anirudh menarik kakek tua renta turun dari altar lernikahan.

Paman Bondita berkata pada Anirudh" kau tidak punya hak untuk mcenghentikan pernikahan ini". Paman Munshi berkata pada paman Bondita bahwa Anirudh adalah tuannya, dan menjekaskan bahwa Anirudh baru saja datang dari luar negeri dan tidak mengetahui tentang semua hal yang telah ada. Anirudh bertanya" apa yang harus aku pahami atau aku ketahui?.." Apakah kau tidak melihatnya?" .., ini bukanlah pernikahan, tapi ini sangat kejam untuk gadis itu (Bondita).., ini bukan lagi Norma, tapi ini kejahatan sosial dan itu harus dihentikan.., " paman Munshi, jika kau tidak mau menghentikannya, maka aku sendiri yang akan menghentikannya". Anirudh marah dan menendang semua kendi yang ada di hadapannya.

Sumitra beryanya-tanys tentang Anirudh " aku ingin tahu siapakah diri mu, tidak peduli siapa pun dirimu, bagi ku kau penyalamat untuk Bondita ku".., kau yang akan menyelamatkan anak ku dari orang-orang jahat ini". Kerabat dari kakek tua renta datang untuk melindungi sikskek. Munshi berkata pada Anirudh "disini perbedaan usia tidak menjadi masalah". Panan Bondita membenarkan apa yang telah dikatakan Munshi pada Anirudh dan menimpali " Madhu ( Bondita), dia keponakan ku.., ibunya seorang janda dan semua orang telah setuju dengan pernikahan ini".

Anirudh tidak percaya dengan ucapannya, ia berkata pada paman Bondita" itu semua bohong!".., kau telah dengan berani untuk betbohong.., gadis mana yang mau menikah denan kakek tua(pria yang lebih tua)?"..," ibu mana yang mau menikahi anaknya kedalam pernikahan yang kejam?". Paman Bondita dan semua orang hanya diam membisu, Anirudh meminta " jawab aku!". Paman Bondita mencoba untuk membela dirinya dan berkata pada Anirudh "dengar, kau sudah terlalu banyak menuduh ku, aku pamannya".., aku memperlakukannya seperti putri ku sendiri, kau boleh bertanya pada siapa saja". Anirudh berkata pada paman Bondita" aoakah aku telah memaksakan tuduhan palsu pada mu?".. Baiklah kita bertanya kepadanya", Anirudh menunjuk pada Bondita yang pingsan, ia berkata " tapi itu gadis yang malang.., bagaimana dia akan bisa berbicara?".., dia tidak sadar".., katakan pada ku, apakah dia sadar?". Bibi Mami beralasan tentang Bondita pada Anirudh " Dia (Bondita) hanya tertidur, dia tidur dengan nyenyak".., bukankah dia hanya anak kecil?".

Anirudh berkata" baiklah" lalu meminta pada paman munshi untuk memberi tahu pada supir untuk membawakan dokter sekarang juga, Anirudh berkata bahwa seorang dokter bisa tahu apakah dia tertidur atau tidak sebenarnya tdidak sadar/ pingsan. Bibi dan paman Bondita terlihat tegang. Pria tua yang metupakan kerabatdaribkakek tua marah berkata" cukup, hentikan semua ini!".., sejak kau memanggil kami kesini, kau terus- terusan menghina kami". Adik ipar kakek tua berkata menimpali" kami datang hanya untuk menerima menantu perempuan kami, bukan untuk di hina". Paman Bondita berkata" lihat, ini bukan hanya prrnikahan anak pertama kami, dan juga bukan menjadi yang terakhir".

Semua orang menurunkan tandu Bondita, paman Bondita berkata pada tuan Ghosh" apa yang telah kau katakan" apakah kau tidak bisa mendapatkan cucu laki-laki mu untuk menikah dengan anak dengan usia yang dua kali lipat"

Seorang pria berkata pada Anirudh" pak, kau telah membuat kesalahan pada upacara keberuntungan ini, tolong jangan lagi membuat kekacauan pada pernikahan ini". Anirudh bertanya padanya " apakah pernikahan ini sangat menguntungkan?".., pertama dia ( Bondita) masih dibawah umur.., dan kau akan menikahlannya degan kakek tua (pria tua), bagaimana dia akan bahagia dengan pernikahan yang tidak cocok ini?".., katakan pada ku?".., sekarang telah datang gangguan, dan nama dari gangguan itu adalah Anirudh Roy Cahaudry". Sumitra dengan cemas mengamati situasi dari celah lubang ditembok.

Kakek tua renta bertindak nekat, ia berlari kealtar, ia mengarahkan belati pada leher Bondita, Bibi mami melepaskan Bondita yang pingsan. Anirudh terkejut saat itu.

Sumanti  yang terkunci dikamar berteriak ketakutan " Bondita".., seseorang tolong selamatkan putri ku".., Bondita". Kakek tua renta marah berkata" ini pernikahan ku yang keempat, tapi sebelumnya aku tidak pernah dihina seoerti ini, jika dia tidak menjadi istri ku, maka dia juga tidak akan hidup". Sampoorna berteriak " Bondita!".


Paman dan Bibi bondita beserta semua tamu hanya terdiam, Sumitra memberanikan dirinya dan menciba untuk membuka pintu,namun pintu terkuci dari luar, Sumitra berkata" buka pintunya!".., apakah ada orang disini?".., "Bondita"..," buka pintunya".


Sampoorna mencemaskan Bondita, ia bertanya pada Saurabh"apa yang kau tunggu, tolong selamatkan adik ku". Saurabh hanya terdiam.


Anirudh mengatakan pada kakek tua" ingatlah, jika dia menderita kerigian, maka kau tidak akan selamat". Paman Bondita berkata pada kakek tua untuk meyakinkannya bahwa Bondita akan menjadi istrinya setelah Gathbandan selesai, dan hal itu tidak akan bisa di batalkan, dan.meminta agar kakek tua melepaskan belati.Paman Bondita meyakinkan kakek tua bahwa Bondita akan tetap menjadi pengantinnya. Anirudh berkata" aku tidak akan membiarkan pernikahan itu terjadi, aku tidak akan membiarkan gadis itu menjadi pengantinnya"

Kakek tua meminta pada pandit ji untuk segera menyelesaikan ritual pernikahan antara dirinya dan Bondita dengan cepat. Anirudh melihat kesekelilingnya, dan dia pergi datisana. Paman Bondita merasa lega, ia berfikir "syukurlah, kami yelah berhasil mengatasi masalah ini". Sumitra begitu sangat terpukul, ia menangis" dewa, aku sanga yerpukul dan hancur, apa yang sebenarnya terjadi"..,tolong lindungi putri ku".. "Dewi durga".., Bondita".

Saurabh datang menemui ayahnya (Munshi)" ayah anirudh adalah...". Munshi meminta pada Saurabh untuk tidak ikut campur. Saurabh berkata" ayah kau benar". Munshi berkata" kau tidak bisa memutuskan apa yang benar dan yang salah, jauhi masalah ini".

Anirudh datang keperkampungan, ia mencari bantuan dan bertemu dengan polisi dengan dua orang anak buahnya, Anirudh berkata" untung aku bertemu dengan kau disini, aku bergikir untuk datang kekantor polisi, datang dan hentikan ketidakafilan disana". Polisi bertanya" apa yang sebenarnya terjadi?".., apakah telah terjadi pembunuhan". Anirudh berkata pada polisi" ini lebih buruk dati pada pembunuhan, tolong datang dan hentikan!".., jangan banyak membuang waktu, aku meminta kalian untuk datang, silahkan ikut dengan ku". Ketiga orang polisi pergi mengikuti Anirudh.

Sumanti menangis di depan patung dewi, ia mengatakan ""dewi durga, mereka akan mengambil sumpah pernikahan sebentar lagi, tolong hentikanlah pernikahan ini'.." tolong selamatkan Bondita".., "tolong bantulah putri ku, Bondita". Dalam keputusasaannya, Sumanti berfikir"ketika seorang anak petempuan dalam bahaya, maka seorang ibu harus mengambil bentuk yang galak, aku harus melakukan sesuatu".., Bondita, aku akan datang".

Sumanti mengambil batu dan menghancurkan pintu, ia berhasil keluar namun Bibi mami mengentikan sumitra dengan kasar. Bibi Mami bertanya pada Sumitra " kemana kau akan membawa pergi pertanda buruk itu?". Sumitra menjawab" aku bukam untuk meridaknya tapi untuk mengentikannya agar jal itu tidak terjadi, kau yang telah melakukan itu pada putri ku, lepaskan aku!". Sumanti  behasil untuk melepaskan diri, dan Bibi mami mengejarnya.

Anirudh kembali datang membawa polisi dan dua anak buahnya. Polisi berkata pada Anirudh " ada pernikahan yang terjadi disini". Anirudh bertanya "tidak bisakah jika kejahatan terjadi dipesta pernikahan?". Polisi menjawab " itu bisa terjadi jika ada pertengkaran selama pernikahan". Anirudh kesal, ia berkata pada polisi" apakah ini hanya masalah kecil, ketika seorang anak gadis usia 7-8 tahun menikah dengan kakek tua(pria tua).., pergilah kesana dan hentikan itu terjadi".

Kepala polisi berkata" tapi itu bukanlah kejahatan.., sebelumnya aku seting melihat pernikajan seperti itu terjadi". Anak buah polisi berkata" pasti kau tidak berasal dari sini, jika tidak kau pasti akan tahu bahwa semakin tua pengantin pria maka dia akan semakin kaya, dan beruntunglah keluarga mempelai wanita bahwa putri mereka tidak akan pernah kelaparan". Anirudh marah, ia berkata pada polisi" apakah kalian semua telah kehilangan akal sehat?".., apakah kebahagiasn seorang anak hanya diukur dengan perhiadan dan makanan?".., kau ingin menyetahkannya pada nasibnya saja, hanya karena dia perempuan?".., "aoakah dia tidak punya hak?".., apakah dia tidak punya suara?".

Bibi Mami matah pada Sumanti (ibu Bondita) " rasanya tidaklah pantas jika seorang Janda berbicara tentang keberuntungan". Sumanti berkata pada Bibi Mami " bukankah itu pantas untuk mu, bahkan kau menipu keluarga mu sendiri".., kau berbohong kepada ku, suami bondita setua kakeknya, kau yang telah membius putri ku dan kau akan menikahkannya, apakah itu benar semua ada dipihak ku?".., " kau tidak bisa menjadi bibi yang baik, tapi aku ibu kandungnya, bahkan jika aku harus mengorbankan hidup ku untuk menyelamatkan putri ku dari kehancuran, aku pasti akan melakukannya". Sumanti begitu sangat marah pada Bibi Mami (kakak iparnya).


Petugas polisi bertanya pada Anirudh" lalu apa yang ingin kami lakukan?". Anirudh berkata" aku telah belajar hukum di London, tentunya aku tahu hukum dengan sangat baik". Kepala petugas polisi berkata" dengarkan, apakah ada hukum dinegara ortodoks ini yang bisa digunakan untuk menghentikan pernikahan itu?".., jika di london mungkin kita bisa menghentikannya karena mereka memiliki undang-undang untuk perempuan".

Anirudh kesal" lalu apa gunanya hukum, pekerjasn kalian dan aku yang menjadi pengacara". Pemimpin polisi berkata" itu tidak akan ada gunanya, karena disini wanita dilecehkan seperti itu, dan terus akan begitu". Anak buah polisi menimpali" tidak apa-apa, jika gadis itu menyetujuinya atas kemaunya sendiri, jika tidak dia akan tetap dipaksa untuk melakukan apa yang diinginkan oleh keluarganya". Anirudh kehabusan kata-kata.

Sumanti  pergi, Bibi Mami berusaha mempengaruhinya, ia berkata" apakah dengan menghentikan pernikahannya dengan cara apapun akan membantu Bondita?". Sumitra terdiam. Sumanti berkata" lanjutkan saja untuk menghentikannya, kemarahan sudah mengacaukan kepaka mu!".., apakah kau tahu tentang hal itu?".. " kau akan dibiarkanbyetap menangis jika masyatakat kita secara sosial menolak Bondita".., seorang wanita yang ditinggakkan untuk mengurus dirinya sendiri dialtar, tidak akan diperbolehkan untuk tinghal dirumah, apakah kau juga tahu tentang hal itu?".., " inilah kebenaran yang pahit, seorang wanita yang telah ditinggalkan dialtar hanya memiliki satu tempat untuk pergi, yaitu keoasar untuk menjual diri". Sumanti tersentak kaget menatap wajah bibi Mami yang kejam.

Bibi Mami berkata pada Sumanti " dia hanya akan terlibat menjadi pelacur, apakah kau menyukainya?". Sumitra menangis, ia berkata pada bibi mami" jangan gunakan kata-kata seperti itu untuk Bondita".., kumohon". Bibi mami berkata pada Sumitra" bukankah itu benar?".., mungkin kau bisa menghentikan aku dan aku akan berhenti, tapi nagaimana dengan masyarakat?".., apakah masyarakat akan berhenti untuk bergosip?".. Semua orang akan terus bergosip, jadi katakan pada ku, apakah ada wanita yang menikah tanpa persetujuannya, untuk mu, untuk ku dan untuk orang lain?".., kita harus menikah dengan orang yang sudah diputuskan oleh ayah kita, jika kau membatalkan petnikahannya, maka bondita tidak akan dizinkan untuk tetap tinggal dirumah kami, apalagi kau hanyalah seorang janda, siapa yang akan melindungi diri mu dan Bondita?". Sumitra hanya terdiam dan menangis.


Bibi Mami berkata pada Sumanti" siapapun yang akan melakukannya, maka kay yang akan membayarnya". Sumanti berkata" alih- alih hanya bondita, apakah kau juga akan melakukan hal yang sama pada Sampoorna?". Bibi Mami mengatakan pasa Sumitra"iya, pasti aku akan melakukannya, kau percaya atau tidak, tapi aku punya hati seorang ibu, aku juga akan melakukan Sampoorna dan Bondita sama"


Sumanti tidak berdaya melihat Bondita dari kejauhan, Sumitra berjalan pergi kekamarnya dan Bibi Mami kembali mengunci pintu dari luar dan menutup lubang di tembok, Bibi Mami menyeringai, ia berfikir tentang sumitra"apakah dia pikir aku ini bodoh?".., mengapa aku harus menyeret sampoorna ke neraka, itu sudah menjadi takdir bondita untuk menikah dengan kakek tua". Bibi mami meneringai.


 

Comments