BARRISTER BABU 26 FEBRUARI 2020 EPISODE 12
INTERPETASI SINOPSIS BY MADE TITIS MAERANI
DESKRIPSI FILM :
Binoy mengatur tindakan pengkhianatan yang berbahaya ketika dia dengan licik membuat Anirudh mabuk dan berencana untuk mengirim Bondita secara paksa ke kediaman para janda. Rencana Binoy dan Munshi segera beraksi saat para janda datang untuk membawa Bondita pergi. Namun Anirudh datang menyelamatkan Bondita.
SINOPSIS EPISODE 12
Semua orang terkejut melihat keadaan dapur telah berantakan dan tepung telah berserakan di lantai, Anirudh berdiri di samping Bondita. Bondita berkata “aku sangat lapar”.., aku tidak punya pilihan lain, jelas aku mengambil makanan jika tidak ada yang memberikan ku makanan, kan?”. Anirudh dan Trilochan terdiam. Bondita mengatakan “bukankah sesorang seharusnya makan ketika mereka lapar?”.., haruskah mereka mati?”..,”apakah kau akan menyukainya?”. Bondita menarik baju Anirudh berkata “kau tidak terdiam dan tuli, tapi mengapa tidak ada seorang pun yang berbicara maupun mendengar?”. Semuanya hanya terdiam, Bondita mengatakan “Kurasa mereka tidak tahu siapa aku”. Bondita bertanya pada Anirudh “mengapa kau tidak memberitahu pada mereka siapa aku”.., apakah kau juga tidak diperbolehkan untuk berbicara pada jam 10 malam?”. Anirudh dan yang lainnya hanya terdiam menatap Bondita, Bondita mengatakan “Baik itu makan dan berbicara aku tidak melihat waktu, karena itu aku akan memeberitahu siapa aku.., :aku nyonya dirumah ini”. Paman Trilochan dan Som terlihat kesal, Batuk menatap Trilocan.
Trilochan mengatakan pada Anirudh “kau yang telah membawa gadis baru ini kerumah kami , apakah kau mendengarnya Som?”.., Anirudh telah mengurangi kita untuk menjadi pemilik untuk menjadi pelayan dari tuan rumah ini”. Anirudh hanya menggelengkan kepalanya, Trilochan mengatakan “Baiklah”.., itu akan sangat dibutuhkan”.., keluarga Roy Cahudhdry sangat memerlukan pemilik rumah, itu benarkan?”. Anirudh sudah tidak tahan berkata pada Trilochan tentang Bondita “Dia hanyalah seorang anak kecil, apa yang akan dia lakukan jika kau tidak memberikannya makan ?”.., apakah Indra bekerja sama ketika sesorang merasa lapar, paman?”.., aku harap kau pernah mendegar pepatah itu”.., tidak aka nada tentara yang akan berbaris dengan perut kosong”. Anirudh mengambilkan makanan untuk Bondita “ambilah ini, makan apa saja dan tidak usah mempedulikan berapa banyak orang yang menginginkannya/ mau”. Anirudh kesal dan berkata “Jika seorang anak kecil tetap dibiarkan lapar dirumah Roy Cahudhray itu akan menanikkan gengsi kita, kan paman?”. Bisakah Roy Cahudry tidur dengan nyenyak jika seorang anak tetap dibiarkan kelaparan?”.
Trilochan melimpahkan kekesalannya pada Bihari “apakah kau membayar mu hanya untuk mendengarkan ceramah/ kotbah?”.., segera panaskan minyak dan berikan pijatan kepala”. Bihari bertanya “kepada siapa?”.., apakah pada pemilik rumah ini?”. Trilochan kesal menjawab “Untuk pemilik rumah ini!”.., aku masih menjadi pemilik rumah mewah / mension ini”.., jangan membuat ku kesal, kalau tidak aku akan membakar mu mejadi abu”. Trilochan pergi dengan kemarahan dan kekesalannya. Bihari bergegas pergi.
Som mengatakan pada Anirudh bahwa ayah mereka telah memanggilnya dan bertanya pada Anirudh “apakah kau akan datang untuk menemuinya?”. Anirudh menatap Bondita dan berlari mencari Binoy.
Anirudh datang menemui Binoy yang sedang duduk menikmati alkohol dan bertanya “ayah apakah kau kesal pada ku?”.., “apakah kau masih marah pada ku, lakukanlah apapun yang kau mau ayah”..,”tapi apapun yang aku lakukan adalah hanya untuk menyelamatkan gadis itu”..,”Ayah gadis itu sedang..”. Binoy bertanya pada Anirudh “apakah aku salah jika aku marah?”.., “bukankah kau memang telah menyebabkan aib untuk nama baik keluarga kita?”…, bahak aku merasa ingin sekali menembak mu, tapi kemudian aku ingat bahwa aku yang akan paling merasakan rasa sakit, bukan sebagai Roy Cahudhary aku mempertimbangkan sebagai ayah mu”.
Binoy meminta agar Anirudh dekat disampingnay berkata “kemudian aku menyadari mengapa kau harus melakukannya”.., duduklah”. bInoy menuangkan minuman beralkohol untuk Anirudh, Anirudh menolaknya” tidak ayah.., bukan aku..”. Binoy menyerahkan gelas itu pada Anirudh, Anirudh berkata “Tidak ayah, bukan aku..”, binoy bertanya pada Anirud “kau tidak mau minum?”.., “jangan katakan itu Anirudh”.., aku akan patah hati/ kecewa”.., ayolah”.., “aku mengerti sedang ada badai didalam diri mu”. Anirudh menerima minuman itu, Binoy mengatakan “ini akan membuat mu tenang”.., “Anirudh, kami keluarga Roy Cahudhary seperti ini, kami melakukannya seperti yang kami inginkan”..”kami memiliki hak penuh untuk berfikir setelah melakukan sesuatu”.., karena kau anak ku maka kau akan menjadi pemarah, aku telah mengalami banyak hal seperti itu dan satu lagi, itu bukanlah masalah besar”. Anirudh menaruh gelas itu dan Binoy bertanya padanya “apa itu?”. Anirudh hanya diam, Binoy mengatakan bahawa minuman alcohol itu dari inggris dan membuangnya hanya akan menjadi penghinaan”. Binoy kembali mengambilkan gelas dan meminta Anirudh untuk meminumnya, Anirudh menerima gelas itu dan meminumnya.
Bondita senang ketika menerima banyak makanan, Batuk masih berdiri didepan pintu dapur dan bertanya pada Bondita “Bisakah kau memakan semua makanan itu?”.., menurut mu tidakkah makanan itu terlalu berlebihan?”. Bondita mengatakan pada Batuk “aku sangat lapar, bisakah aku memberikan mu sesuatu?”.., :aku harap kau tidak akan memberitahu pada siapapun”. Batuk menggelengkan kepalanya. Bondita mengatakan pada batuk “Ibu ku menagatakan kau akan terlihat seperti dewi saat melihat makanan, sama seperti dewi ketika menghancurkan semua iblis, begitu juga saat aku akan menghabiskan semua makanan ini”. Bodnita mulai memakannya dan Batuk menjulurkan lidahnya.
Sampoorna dan Saurabh masih melakukan ritual pernikahan mereka, Ibu Surabh meminta Sampoorna agar segera memulainya. Sampoorna mulai mengambil beras dengan menggunakan tangannya dan measukannya kedalam pot kecil. Ibu Saurabh melihat dari kejahan dan berkata “pengantin wanita sepertinya memiliki karakter yang baik, dia tidak menjatuhkan satu butir beras, dia juga tidak membiarkan pot itu / wadahnya mengeluarkan suara”.., “itu akan sangat menguntungkan, dia akan membuat rumah ini makmur dan dia akan selalu menjaga keluarga ini tetap erat”. Ibu Saurabh penuh rasa sukur kepada dewi Durga. Ibu Surabh mengatakan bahwa setiap orang pasti telah melakukan tradisi dan semuanya perlu untuk tidur. Ibu saurabh pergi masuk kedalan dan semua orang membubarkan diri.
Sampoorna menyusul Surabh dan saat itu Bibi Saurabh memanggil Sampoorna sebagai pengantin baru, Sampoorna berhenti. Bibi Surabh mengatakan pada Sampoorna “apakah ibu mu tidak pernah mengakarkan mu nilai dan juga tradisi?”.., pasangan tidak boleh tidur bersama pada malam Kalaratri.., jadi mala mini kau akan tidur disini diantara para wanita”. Sampoorna hanya mengangguk, Bibi Saurabh meminta agar Sampoorna ikut dengannya “ayolah”. Sampoorna mengikutinya di belakang. Batuk dari ayahnya (Minshi) memyadarkannya, Surbah berjalan masuk kedalam. Munsgi masih duduk diluar.
Binoy menuangkan kembali minuman keras untuk Anirudh dan menawarkannya lagi pada Anirudh. Anirudh berusaha untuk menolaknya “Ayah, aku tidak bisa meminumnya lebih”. Binoy bertanya pada Anirudh “apakah kau masih menganggap bahwa aku ini musuh mu?”. anirudh menggelengkan kepalanya, Binoy meminta agar Anirudh kembali meminumnya “ayolah, kalo begitu minumlah dengan musuh mu”. Anirudh terdiam dan Binoy memintanya untuk kembali meminumnya “Ayolah.., minumlah”. Anirudh kembali meminumnya.
Binoy mengatakan pada Anirudh “jangan kahwatir, aku akan menangani semuanya”..,”pernikahan mu, itu bukanlah masalah yang besar, Anirudh”.., “kau hanya harus fokus pada hal-hal yang utama.., bukankah kau ingin menjadi pengecara terbaik?”.., kau akan menjadi pengacara, kau harus bisa melawan kasus pertama mu demi cinta mu”..,”pergilah”..pergi temui Sudamini, periksalah keadaan/ Kondisinya”.., dia sedang patah hati saat mendengar pernikahan mu”. Anirudh mengingat kenangannya bersama Sudamini, dan ia kembali meminum alcohol. Anirudh meminta pada Anirudh “Tolong jangan bicara tentang Mini, Ayah!”.. Mini!”. Anirudh mulai terpengaruh minuman beralkohol.
Bondita mengatakan pada Batuk “kau mengatakan jika aturan dirumah ini sangat ketat, tidak akan ada yang mendapatkan makanan untuk dimakan di atas jam 10 malam”. Batuk hanya mengangguk dan terdiam, Bondita berkata pada Batuk”aku mendapatkannya”.., maukah kau memakannya?”. Batuk senang dan meminta agar Bondita memberinya. Bondita mengatakan pada Batuk “akulah nyonya rumahnya, aku bisa melanggar peraturan apapun.., tapi jika kau yang melanggarnya maka kau yang akan dihukum”. Batuk mengatakan “itu tidak akan terjadi.., aku adalah tuan tanah”.., “tuan tanah yang akan selalu menghukum dan bukan dihukum”. Bondita menatap heran Batuk, Batuk mengatakan pada Bondita “Nah, paman yang mengatakannya (bilang begitu)”. Bondita berkata pada Batuk “Baiklah, kaulau begitu kau boleh memakannya”. Batuk tersenyum senang dan Bondita berkata pada Batuk “Tunggu”..,”bukankah kau punya makanan?”. Batuk kesal “kenapa begitu?”. Bondita mengatakan “Ibu ku mengatakan makan berlebihan akan membuat mu dalam masalah”.
Batuk bertanya pada Bondita tentang maksud dari ucapannya, Bondita mengatakan “sakit perut”.., apakah kau tahu suatu hari aku banyak memakan manga, buah mangga adalah buah favorit ku, tapi kemudian aku sakit perut yang sangat parah”.., sekarang pergi dan tidurlah”.., “ ibu ku bilang itu hal yang salah untuk tetap terjaga sampai larut malam”.., “pergilah, kau harus menuruti perninatah ku”. Batuk kesal, Bondita kembali memakan makanannya. Batuk mendapatkan ide bagus dan ia hanya tersenyum
Binoy meyakinkan Anirudh berkata “Anirudh, kau akan merasa lebih baik jika sudah bertemu dengan Mini”.., pergi dan katakan yang sebenarnya padanya dan coba untuk memperbaiki hubungan mu dengannya”.., Mini sendirian setelah semua yang terjadi”.., “Tuan Baumik telah pergi ke Siliguri”..,”selain kau tidak ada yang bisa memberikannya keberanian”. Anirudh putusa asa dan bertanya pada Binoy “tapi bagaimana aku bisa berani, ayah?”. Binoy hanya tersenyum dan kembali menuangkan minuman Alkohol untuk Anirudh, Anirudh berusaha menolaknya namun Binoy sengaja membuatnya mabuk, Binoy mengatakan “”Apakah kau tidak berani?”..”aku memaksa mu untuk meminumnya, itu akan memberikan mu keberanian”. Anirudh meminumnya, Binoy mengatakan pada Anirudh “temui dan lihatlah kondisi Mini”.., “Somnath pergi menemui Mini untuk memberitahu tentang pernikahan mu”.., Mini mengatakan tidak tahan dengan berita dan berteriak seolah-olah dia (Mini) sedang kesakitan”..”pergilah, aku yang akan mengatur sisanya.., kau pikirkan saja tentang Mini”.., Pikirkan saja tentang dia, Anirudh”. Anirudh mengatakan pada Binoy”Ayah, aku akan datang menemui Sudamini”.., ayah aku hanya akan berkomitmean padanya, aku akan datang menemuinya mala mini”.., aku telah berjanji padanya bahwa aku akan melamarnya ayah”. Binoy mengatakan pada Anirudh “Pergilah, Anirudh”. Anirudh berkata bahwa dia akan pergi untuk bertemu dengan Sudamini. Binoy meminta Anirudh untu segera pergi, Binoy menyeringai setelah Anirudh pergi.
Batuk kembali menemui Bondita dan membawakan buah mangga, Batuk mengatakan pada Bondita “Seperti yang kau katakan, kau menyukai mangga”. Bondita sangat senang berkata “Mangga?”. Batuk mengatakan pada Bondita “Kau bisa memakannya”. Batuk memberikan buah mangga itu pada Bondita.
Bondita menghirupnya dan bertanya pada Batuk “Tapi ini tidak memiliki Aroma manis buah mangga”. Batuk mengambil kembali buah mangga itu dan beralasan bahwa mangga itu khas dari Tulsipur yang tidak memiliki aroma tetapi sangat lezat. Batuk meyakinkan Bondita “Jika kau tidak percaya pada ku, maka jangan memakannya.., biarkan aku memakan mangga ini sendirian”. Batuk menggoda Bondita seperti akan memakan mangga itu dan Bondita menghentikannya “Tunggu!”. Batuk bertanya “apakah kau mau memiliki buah mangga ini?”. Bondita mengangguk.
Batuk mengataakan pada Bondita “bagimana oarng bisa melakukan kesepakatan tanpa tawar menawar?”.., tidak, kan?”.., berikan lebih dulu makanan mu itu untuk ku, setelah itu kau bisa untuk memakan buah mangga ini”. Batuk mengambil makanan Bondita, ia menyerahkan buah mangga dan berlari pergi dari dapur. Bondita senang mendapatkan buah mangga palsu, sementara itu Batuk mengintip dibalik tembok dan tersenyum puas, ia berguam “kau sekarang bisa menikmati buah mangga dari Tulsipur”. Bondita mengiginta namun buah mangga itu sangatlah keras, dan Batuk hanya mentertawakannya. Bondita kesakitan tidak bisa memakan buah mangga poalsu “Aduuuh!”. Bondita kesal dan berfikir jika buah mangga yang ada ditangannya palsu.
Binoy berjalan menuruni anak tangga dan berkata pada Munshi “sekarang mungkin kau sduah menyadari bahwa Anirudh menikahi gadis itu agar dia menjadi hebat, dan aku juga tidak akan pernah mau untuk menerimanya, pernikahan itu juga aku tidak akan menerimanya”.., apa lagi gadis itu sebagai menantu kami, kita harus segera mengakhirnya”. Munshi bertanya pada Binoy tentang siapakah orang yang akan disingkirkannya. Binoy mengatakan pada Munshi bahwa dirinya sedang membicarakan untuk mengakhiri pernikahan dan membawa gadis itu (Bondita) pergi dari rumahnya, Binoy tahu bahwa sepupu dari gadis itu (Bondita) telah menikah dengan putranya, dan tidak akan pernah pantas jika Bondita tetap tinggal dirumahnya karena penduduk didesanya telah mengirimkannya untuk melakukan SATI tapi dia tidak melakukan SATI jadi dia akan menjadi janda anak-anak. Munshi mengatakan pada Binoy “Tapi Bondita menikah dengan Anirudh, lalu bagaimanakah dia akan menjadi janda?”. Binoy mengatakan pada Munshi “Bukankah dia sebelumnya telah menjadi Janda?”.., suaminya yang sudah tua renta meninggal di altar penikahan, kan?”.., lalu bagaimana seorang janda yang masih anak-anak bisa menikah lagi?”..,”pernikahannya dengan Anirudh adalah illegal (tidak resmi), apakah apa yang ku katakan ini benar?”.., masyarakat kita tidak akan pernah mengizinkan seorang janda untuk menikah lagi”. Mushi bertanya pada Binoy “Jadi, apakah kita akan mengirimnya kembali?”. Binoy menjawab bahwa tidak akan mengirimkannya kembali ke tempat asalnya, tapi ketempat yang lain di Vrindavan”. Binoy mengatakan bahwa dirinya telah memanggil beberapa orang janda disana untuk datang kerumahnya sehingga mereka akan datang untuk mengambil semua ritual dan mengambil bondita sebagai seorang janda bersama dengan mereka.
Binoy mengatakan “Jika dia (Bondita) jatuh sekali lagi dalam sumur yang gelap maka dia tidak akan bisa keluar dari semua itu, aku tidak akan membiarkan hidup anak ku (Anirudh) hancur”..,”mengapa harus Anirudh yang menderita jika gadis itu bernasib malang?”.., “dia sangat ingin menjadi menantu tuan tanah”.., sekarang tunggu dan perhatikan saja dia akan menghabiskan sisa hidupnya dipenjara bawah tanah menjadi janda anak, ambil saja mobil kid an selesaikan tugas ini sekarang”.., pastikan dipagi hari dia sudah tidak hadri lagi dirumah ini dan juga dalam kehidupan Anirudh”. Munshi pergi menemui 4 orang janda yang sudah di panggil oleh Binoy dan memberikan beberapa lembar uang.
Janda 1 mengatakan pada Munshi “kau telah melakukan tugas dengan menyumbang, kami akan pastikan untuk melindung tradisi, mulai sekarang dia (Bondita) akan bersama dengan kami sebagai janda anak”. Munshi dan 4 orang janda memasuki rumah Binoy.
Sudamini menangis sedih dan menghancurkan semua barang dikamarnya, ia begitu sangat hancur saat som menyampaaikan bahwa anirudh telah kembali tapi sudah menikah dan membawa istrinya dan telah menikahi orang lain serta membawakan wanita lain sebagai kakak iparnya. Nenek Sudamini datang dengan lampui sentir, Sudamini marah berkata bahwa cahaya membuat matanya menjadi sakit dan meminta agar neneknya membawa sentir itu pergi. Sudamini mengatakan pada nenek bahwa Anirudh bukanlah miliknya, dan memintanya agar meninggalkannya sendirian dalam kedamian.
Anirudh datang menemui Sudamini, dan mencari keberadaan Sudamini. Sudamini mematikan sentir agar keberadaanya tidak diketahui oleh Anirudh. Neneknya pergi dan Sudamini menutup pintu kamarnya kembali, Sudamini menangis sedih.
4 orang janda datang dan akan mengambil Bondita, Bondita bertanya pada Munshi “kemana kau akan membawa ku pergi?”.., diamanakah suami ku?”.., “aku telah mencarinya”. Bondita mengatakan pada Munshi “Ibu ku mengatakan aku harus selalu berada disisi suami ku, tapi apa yang akan kau lakukan jika suami ku tidak ada disisi ku?”.., ibu ku tidak menjelaskan itu pada ku”.., “apa yang harus aku lakukan?”.
Mushi berkata “Anirudh sangat baik, saat dia ada disisi mu, dia akan selalu bertahan”.., “sesuai dengan tradisi kau harus kau harus sendirian di malam pernikahan mu dan itu sebabnya kau tidak bersama dengan suami mu”. bondita bertanya pada Munshi “mengapa semua tradisi begitu aneh?”. Mendengar hal itu keempat orang janda sangat kesal, Bondita mengatakan "dewi durga telah di percayakan pada orang yang salah untuk membuat tanggung jawab karena relah membuat tradisi”. Bondita berbisik di telinga Munshi “Jika kau menemukan suami ku, maka jewelah telinganya atas nama ku”. Munshi mengatakan “baiklah aku akan melakukannya”.., tapi saat ini kau harus pergi bersama dengan mereka, besok aku yang akan menjemput mu”.
Bondita memperhatikan keempat janda dan berkata “Biginilah pakian ibu ku, dia hanya memakai baju putih dengan membotaki kepalanya, aku sama sekali tidak menyukainya, aku menyukai baju berwarana-warni, aku suka rambut yang panjang seperti rambut ku, aku ingin ibu ku menjadi seperti itu, apakah kau ingin sari merah seperti milik ku?”.., ada minyak rambut untuk menumbuhkan rambut, aku akan meminta pada suami ku membelikannya untuk ibu ku dan kalian smua”.
Janda 2 memarahi Bondita “Tidak ada tempat untuk warna dalam hidup kami atau juga dalam hidup mu”. Bondita terkejut, Munshi mengingatkan agar Bondita tidak curiga. Janda 2 berkata “ayo kita pergi, kami harus mengubah hidup mu, ikutlah dengan kami”, keempat orang janda membawa Bondita pergi, Bondita menolak untuk pergi bersama dengan mereka bahwa dirinya tidak ingin pergi kemanapun. Bondita memanggil Anirudh “Suami ku , dimanakah kau?”. Bondita terus memanggil Anirudh dan Munsgi terlihat tegang.
Comments
Post a Comment