BARRISTER BABU 25 FEBRUARI 2020 EPISODE 11















 INTERPETASI SINOPSIS BY MADE TITIS MAERANI

DESKRIPSI FILM :

Bondita, begitu sangat gembira dan berjalan-jalan disekitaran rumah Anirudh yang menjadi rumah barunya bersama dengan pelayan Bihari. Anirudh kehilangan seuma harapan karena semua keluarganya menentang pernikahannya yang tidak terduga dengan Bondita yang masih di bawah umur, Anirudh melepaskan amarahnya di hadapan Bondita.

 

SINOPSIS EPISODE 11

 

Bondita bersama dengan pelayan Bihari. Pelayan memperkenalakan namanya pada Bondita bahwa namanya adalah Bihari dan dialah pekayan dirumah itu. Bondita bertanya pada Bihari “Siapa lagi yang menjadi pelayan dirumah ini?”. Bihari mengatakan bahwa pelayan dirumah Anirtudh hanya ada satu yang melawayani tuan rumahnya dan dia yang melakukan pekerjaan seperti menyajikan makanan dan menyiapkan air, membersihkan rumah dan hal yang lainnya. Bondita bertanya pada Bihari “Mengapa dia harus melakukannya?”.., kenapa bukan pemilik rumah saja yang melakukan semua pekerjaan?”. Bihari berguam dan kesal pada Bondita bahwa dia akan membahayakan pekerjaannya. Bihari tertawa dan menahan semua keksalannya “apa yang kau katakan?”. Bondita mengatakan pada Bihari bahwa ada seroang pria didesanya  yang tidak bisa melakukan pekerjaan apapun karena pria itu tidak punya tangan.

Bihari kembali berguam pada dirinya sendiri bahwa Bondita memang terlihat masih kecil tapi terlalu banyak berbicara, Bondita cemberut ketika mendengarnya. Bihari mengatakan pada Bondita “mereka sangat baik, cerdas dan sehat ya seperti itulah, apakah kau mengerti?”. Bondita menjawab bahwa dia mengerti. Bihari membalikan rubuhnya dan kembali berguam pada dirinya sendiri bahwa ketika tuanya (Anirudh) menikahi gadis seusia Bondita, Bihari mengira bahwa Anirudh  sama sekali tidak pintar dan juga tidak banyak berbicara, tapi Bondita sebagai pengantin barunya terlalu pintar.

Anirudh datang kebalkon di mana dirinya telah menyiapkan untuk melamar Sudamini, ia mengingat tentang Sudamini dan keinginannya untuk menikahinya,  dan betapa pentingnya Sudamini dalam hidupnya, Anirudh telah membuatkan ayunan bunga untuk Sudamini dan Anirudh berfikir bahwa dirinya akan membuatnya duduk diayunan itu dan bertanya pada Sudamini maukah menikahi Anirudh.  Anirudh putus asa.

Bondita berjalan mengeliling seluruh rumah Anirudh yang begitu megah bersama dengan Bihari. Bondita berkata pada Bihari,. Bihari mengatakan “Ini Bihari, mengapa kau tidak bisa mendapatkannya?”. Bondita menegur Bihari bahwa dirinya tidak boleh bertanya kembali pada tuan rumahnya dan bertanya apakah Bihari tidak mengetahui tentang hal itu. Bihari hanya terdiam dan berkata bahwa dirinya meminta maaf karena telah membuat kesalahan. Bondita melepaskan mahkota pernikahannya dan menyerahkannya pada Bihari “Baiklah”.., itu terlalu berat”. Bondita melangkah maju dan melihat kamar, ia berkata pada Bihari “Ibu ku akan tinggal disini, aku akan memberikannya kamar yang luas dengan jendela yang besar. Itu akan sama seperti aku memkan Rasagullas.., dia menyukai udara yang segar masuk ke jendela”. Bihari kembali berguam “Iya, tapi aku akan dipukuli, itukan kamar tuan Trilochan”. Bondita bertanya pada Bihari “apakah kau mengatakan sesuatu?”. Bihari menyangkal “Tidak.., tidak ada”. Bondia berjalan dan melihat kamar berikutnya disebelah kamar Terilochan, Bondita berkata pada Bihari “Paman dan Bibi ku akan tinggal disini, Bibi ku selalu saja menegeru dan tidak pernah berbicara dengan baik, tapi dia mencintai ku”..,”biarkan aku memberitahu mu tentang sesuatu, apakah kau akan merahasikannya?”. Bihari berjanki abhwa dia akan merahasikannya. Bondita mengatakan “dia suka sekali memberikan aku Kheer saat tidak ada orang”. Bihari mulai bosan dan kembali berguam”Oh aku sekarang harus bersembunyi dari tuan Binoy, jika dia tahu aku ada disini  dengan Bondita”. Bondita kembali bertanya pada Bihari “apakah kau mengatakan sesuatu?”. Bihari kembali menolaknya dan beralasan “Tidak”. Bondita meminta agar Bihari memegang selendang putihnya “Peganglah ini”. Bondita berjalan dan melihat kamar lainnya, ia berkata pada Bihari bahwa Sampoorna akan tinggal di kamar itu. Bondita mengatakan pada Bihari “ketika Sampoorna mengunjungi rumah suaminya dari rumah mertuanya. Bondita melihat kamar lainnya dan berkata pada Bihari “semuanya sudah cocok aku tidak membutuhakan kamar lagi”.., “kau bisa mengambilnya”. Bihari berterima kasih pada Bondita.

Bondita melihat balkon, ia melihat semua hiasan pertunangan Anirudh dengan Sudamini yang gagal dilakukannya dan bertanya pada Bihari “diamanakah datangnya cahaya, mari kita memerikasnya”. Bondita berlari ke balkon dan Bihari meminta agar Bondita tidak kesana.Bondita melihat semua dan terkagum, ia sangat senang dan duduk diayunan bunga. Bihari datang kesana mengatakan pada Bondita “Dengarkan”. Anirudh tersadar dari lamunannya, Bihari meminta agar Bondita ikut dengannya. Bihari mengulangi perkataannya pada Bondita “Ikutlah dengan ku, seharusnya kau tidak berada disini”

 Bondita mengatakan pada Bihari “akulah pemiliknya, bukankah dia sudah memberitahu mu?”.., dan tidak aka nada yang bisa menyentuhnya jika penyentuhnya sudah datang untuk berkeliling.., “Paman ku yang sudah mengatakan itu pada ku, jadi diamlah!”. Bondita berkata “Paman dan bibi ku benar rumah suami ku sangat indah”..”ada taman, ada pohon, ada ayunan”.., disini ada segalanya, aku akan sangat senang tinggal dirumah mertua ku, aku akan menjalani kehidupan mewah disini bersama dengan ibu ku, ibu ku benar aku akan hidup seperti seroang ratu dirumah mertua ku bersama suami ku”. Anirudh tersadar akan kejadian saat ia menyelamatkan Bondita ketika ia akan dikorbankan, Kilas balik ditampilkan saat Anirudh menaruh sindur didahinya dan berkata bahwa ia akan menjadi suami untuk Bondita dan memberikan nama dari hubungan mereka. Kilas balik berakhir.

Bondita mengatakan “kami akan bermain dan bersenang-senang, suami ku pasti akan membuat ku bahagia”. Anirudh menumpahkan amarahnya pada Bondita dan membentaknya “mengapa dia ada disini?”. Bondita kaget. Anirudh mengatakan pada Bihari”aku meminta mu untuk membawanya kedalam”. Anirudh bertanya pada Bondita dengan sangat marah “apakah kau tidak mendengar aku?”. Bondita hanya terdiam dan tertunduk ketakutan. Anirudh mengatakan pada Bihari “dan mengapa kau tidak memeprhatikannya ?”. Bihari tidak bisa mengatakan apapun, Anirudh membentaknya “apakah karena aku ini bodoh?”. Bihari terkejut, Anirudh mengulangi kata-katanya “tidak bisakah kau mendengarkan ku?”.., apakah aku ini bodoh?”..,”jawab aku!”. Bihari ketakutan. Anirudh mengatakan “tidak, aku yang harus menjawabnya.., aku akan memberikan jawaban itu, tapi apakah akan ada yang mendengarkannya?”..”apakah ada yang mau mendengarkannya?”.., apa yang sudah aku lakukan dan mengapa?”.., “apakah ada yang akan mendengarkan?”.

 Anirudh mengangamuk membanting semua barang yang ada disana. Anirudh sangat marah “adakah yang mau mendengarkan ku, aku ingin memberitahu pada semua orang, tapi tidak ada seorang pun memahami mengapa aku melakukannya”. Anirudh menghancurkan semua yang telah dipersiapkannya untuk melamar Sudamini. Bondita ketakutan atas sikap Anirudh dan berlari pergi menghindarinya. Anirudh kesal “Ini bukanlah obsesi ku!”.., pasti.., pasti akan ada alasan untuk semua kegilaan ini.., aku ingin memberitahu pada semua orang”.., seseorang dengarkanlah aku, dengarkan aku”.

Bondita berlari ketakutan menuruni anak tangga, dan ia duduk pada salah satu anak tangga dan berkata “akan lebih baik jika tetap dia diam, aku diselamatkan, tapi mengapa dia begitu marah?”.., mengapa melampaskannya pada bunga?”.., bukankah bunga itu sangat indah tapi dia telah merusak semuanya”.., dia yang telah memulai keributan, saat ibu ku datang aku pasti akan mengadu padanya, bahwa suamiku bukanlah orang yang baik tetapi dia sangat barbar”.

Bondita merasa kelaparan, ia mengeluh “Ibu kau bilang pada ku bahwa mertua ku akan menyiapkan/menyajikan makanan yang lezat untuk ku”.., apakah aku harus menunggunya sedikit lebih lama?”.., aku akan dimarahinya”. Bondita melihat kesekelilingnya dan melihat Batuk berjalan sambil menguap. Bondita senang dan menghampirinya, namun Batuk tidak peduli, Bondita menghentikannya “tunggu, dengarkan”. Batuk berbalik dan kembali menemui Bondita”Bukankah kau mencari ku?”.., ayo kita pergi, diamana kita akan makan?”. Batuk terkejut “kau mau makan?”.., “pada jam segini?”. Bondita mengatakan pada batuk bahwa orang bisa makan kapan saja jika memang dia mau. Batuk mengatakan bahwa dirumahnya aturan sangatlah ketat dan Batuk bertanya pada Bondita “apakah kau tau tentang hal itu?”. Batuk mengatakan bahwa tidak ada yang makan setelah jam 10 malam dan itulah yang telah dikatakan oleh Jethua.

Bondita tidak mengenal dengan Jetuha dan bertanya pada Batuk “Siapa Jethua?”.., Bagaimana sesorang mengetahu jika ini sudah jam 10 malam?”.., “apakah sesorang perlu menanyakan waktu?”.., apakah akan ada orang yang akan memberitahu pada kita?”. Batuk sangat kesal pada Bondita. Bondita mengatakan “Bagaimana jika ada orang yang lapar pada jam 10 malam?”. Batuk kesal dan bertanya pada Bondita “apakah kau seorang guru?”.., mengapa kau mengajukan begitu banyak pertanyaan?”. Bondita menjawab bahwa itu adalah kebiasaan. Batuk heran “untuk menanyakan semua pertanyaan?”. Bondita mengatakan “tidak, aku hanya terbiasa untuk makan”. Batuk bertambah kesal dengan Bondita. Bondita mengatakan pada Batuk tentang jam makannya“ pada pagi hari, saat sore hari, dimalam hari dan dimalam hari.., ibu ku tidak pernah mempertimbangkan waktu  untuk memberi ku makan”. Batuk kesal berkata pada Bondita “Ibu mu tidak ada disini”.., jadi kau hanya akan masak besok”. Batuk pergi dan tidak mempedulikan Bondita.

Bondita bertanya-tanya “Ibu ku mungkin tidak ada disini,  tapi aku masih lapar.., aku tidak akan tidur dengan perut yang kosong jadi aku tidak bisa menunggu sampai besok pagi untuk bisa makan”.

Trilochan dan Som datang menemui Anirudh yang masih dilemma. Trilochan meneggur Anirudh “Kau masih saja berperilaku dengan cara yang gila!”.., “aku kira kau akan pergi untuk menemui Sudamini”. Anirudh hanyamemunggungi Trilochan. Trilochan menarik Anirud “apakah kau hanya seorang anak kecil?”.., apakah kau suka untuk berperilaku kekanak-kanakan?”.., jika tidak  lalu terimalah semua kesalahan mu dan batalkan!”.., pergi temui ayah mu!”.., pergi dan temui Sudamini!”.., Anirudh, ini bukanlah sesuatu yang bisa dibatalkan, itu bisa dibatalkan!”.., hanya saja sikap mu yang angkuh dan juga keras kepala  yang tidak ingin membahayakan orang lain selain diri mu sendiri!”..,”pergiah!”.., “pergi dan temui Sudamini maka pikiran mu tidak akan terbebani, kau akan merasa lebih baik, pikiran mu akan damai, kau bisa membuat keputusan yang tepat tentang masa depan mu!”.  Trilochan meminta agar Anirudh pergi. Anirudh menggelengkan kepalanya dan ia  berjalan pergi meninggalkan Trilochan dan Som.

Trilochan mengatakan pada Som “ sebelum ada orang lain yang memberitahu semua hal tentang Anirudh pada Sudamini .., maka kau yang harus pergi dan memberitahunya atas apa yang telah Anirudh lakukan”. Som bertanya pada Trilochan “apakah kau ingin aku yang pergi?”. Trilochan menjawab “apakah kau ingin agar aku yang pergi?”. Som menarik nafasnya dan bergegas pergi kerumah Sudamini.

Som datang kerumah sudamini yang saat itu sedang merias dirinya dan duduk didepan meja riasnya, Sudamini hanya tersenyum dan dengan berat hati Som melangkahkan kakinya menghampiri Sudamini.

Sudamini terkejut saat melihat Som berdiri di belakangnya, ia tersipu malu dan berkata pada Som bahwa dirinya masih belum menjadi kakak iparnya, Som mencoba untuk menjelaskan pada Sudamini namun Sudamini berkata “aku tahu itu untuk meyakinkan”.., kau tidak mengatakan hal itu, Anirudh yang akan mengatakannya pada ku hari ini, yakan?”.., diamanakah Anirudh ?”. Som hanya terdiam dan tertunduk, Sudamini berkata “apakah dia yang sudah memanggil ku?”. Sudamini menanyakan penampilannya pada Som dan memperbaiki anting-anting ditelinganya dan bertanya pada Som “apakah ada yang kurang dengan pakian ku?”. Sudamini bangun dan berkata pada Som “Bisakah kita pergi sekarang?”. Som memberanikan dirinya untuk mengatakan pada Sudamini “aku datang kesini untuk memberitahu mu”. sudamini memorong perkataan Som “aku sudah diberitahu bahwa semua telah disiapkan, benarkah?”. Som terdiam dan Sudamini menantikan jawawabannya. Sudamini meminta agar Som melupakan apa yang sudah di katakannya.

Sudamini berkata “Anirudh hanya tidak tega melihat mulut ku terus menganga lebar dengan penuh kejutan”. Sudamini berkata “Jujur saja aku bisa mati untuknya.., untuk memberitahu ku bahwa dia sangat mencintai ku”. Som terdiam, Sudamini mengatakan “ dia pikir akan meledakkan pikiran ku.., tapi hanya sedikit yang dia tahu  bahwa pikirannya yang akan meledak hari ini”.., “Anirudh tidak akan bisa  untuk mengalihkan pandangannya dari ku”..”apakah kau akan bertaruh untuk ku?”.., bagaimana pun lupakan saja itu karena kau juga akan segera mengetahuinya, aku yang akan memenangkan tantangan ini”. Som berusaha untuk mengatakannya namun Sudamini berkata “ bisakah kita pergi sekarang?”. Sudamini melangkakhkan kakinya untuk pergi namun Som mengatakan pada Sudamini “Hari ini kau akan kehilangan tantangan itu”. Sudamini menghentikan langkah kakinya, Som mengartakan “Anirudh telah kembali hari ini , tapi..”. sudamini berbalik menatap Som dan bertanya “Tapi?”. Som mengatakan “tidak sendiri”. Sudamini terkejut, Som mengulangi bahwa Anirudh tidak kembali sendirian, Som mengatakan bahwa Anirudh telah membawa pengantin wanita bersama dengannya. Sudamini terkejut saat mendengar itu, Som mengatakan” Anirudh telah menikah, Anirudh telah membawakan wanita lain sebagai kakak ipar ku”.., tapi paman Trilochan merasa bahwa itu hanyalah kegilaan Anirudh”. Sudamini menangis seolah tidak percaya dengan ucapan Som.

Som mengatakan “Ayah tidak akan menerima pernikahan ini.., tidak aka nada yang mau menerimanya”.., kau akan tetap menjadi kakak ipar kami dan itu pasti”.., kau tahu tentang Anirudh kan?”.., dia hanya terbawa .., dia tidak berfikir terlebih dahulu sebelum melakukan hal itu”.., dia harus menikahi wanita itu dalam situasi seperti itu!”. Sudamini kecewa dan ia mengingat perkataan Anirudh padanya  bahwa ia akan mengatakan hal yang jauh lebih serius padanya. Som mengatakan “gadis yang dinikahi Anirudh “. Sudamini menangis dan berlinangan air mata dan  menolak mendengarnya “Tidak”.., tidak.., aku tidak mau mendengar apapun”. Sudamini sangat kecewa, Som mengatakan “ setidaknya dengarkan aku kakak ipar”. Sudamini marah berkata pada Som bahwa dia bukanlah kaka iparnya dan meminta pada Som untuk pergi dan membanggil wanita  yang telah dinikkahi oleh Anirudh sebagai kakak iparnya. Sudamini memuji Anirudh begitu hebat karena telah memberikannya kejutan yang sangat bagus untuknya dan bertanta-tanya ketika Aniruh berbicara untuk membentuk tentang hubungan mereka dan dia telah menghancurkan hatinya. Sudamini berkata dengan sangat marah “kenapa kau melakukannya?”.., aku sudah berdandan dengan sangat baik hanya untuk mu, tapi kau meninggalkan ku hanya demi orang lain”.., kenapa kau melakukan semua ini pada ku?”. Sudamini menangis dan bertanya-tanya atas sikap Anirudh “kenapa kau meberikan posisi ku kepada orang lain, Anirudh”.., kenapa?”.., kenapa?”;. sudamini membanting semua barang dikamarnya dan Som kebingungan atas kemarahan dan kekeceaan Sudamini.

Bondita masih menahan perutnya yang kelaparan, ia melepaskan sanggul rambutnya dan mengikat rambutnya sendiri, ia berkata bahwa dirinya sangat lapar dan akan meerikasa dapur. Bondita datang kedapur  untuk mencari makanan, Bondita berkata ketika melihat dapur yang sangat megah “ini tidak seperti dapur kami, tapi aku bisa menciumnya.., disini tempat makanan disiapkan, adada begitu banyak sayuran, tapi dimanakah makanannya?”..,”aku tidak bisa menagan makan ku”.., lalu apa gunanya toko manisan saat tidak ada pot Rasagullas didapur”. Bondita memeriksa semua wadah dan tidak menemukan makanan.

Bondita menghirup aroma pada wadah penyimpanan bahan makanan “aku bisa menciumnya, bebrapa makanan lezat disimpan disini…, ayolah Bondita pusakanlah rasa lapar mu”.  Bondita mengambil baskom dan naik diatasnya, ia akan mengambil toples namun tidak sampai, dan toples itu pun terjatuh tepung terigu berserakan di lantai, Bondita turun dan menjauh, ia ketakutan. Bihari datang berlari kedapur dan terkejut saat melihat dapur telah berantakan penuh dengan tepung. Anirudh, som  dan paman Trilochan datang kedapur untuk melihat. Anirudh kesal menatap Bondita. Layar terpecah menjadi dua.

 

Comments